PERENCANAAN USAHA
Perencanaan
usaha adalah suatu cetak biru tertulis ( blue-print) yang berisikan tentang
misi usaha, usulan usaha, operasional usaha, rincian financial, setrategi
usaha, peluang pasar yang mungkin di peroleh, dan kemampuan serta keterampilannya
pengelolanya, Perencanaan usaha sebagai persiapan awal memiliki dua fungsi
penting, yaitu :
(1) sebagai
pedoman untuk mencapai keberhasilan manajemen usaha
(2) sebagai
alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar.
Menurut
Zimerer (1993-331) Ada beberapa unsur yang harus ada dalam perencanaan usaha:
- Ringkasan
pelaksanaan
- Profil
usaha
- Strategi
usaha
- Produk
dan jasa
- Strategi
pemasaran
- Analisis
pesaing
- Ringkasan
karyawan dan pemilik
- Rencana
operasional
- Data
financial
- Proposal/usulan
pinjaman
- Jadwal
operasinal
Sedangkan
menurut Peggy lambing (2000-131), perencanaan bisnis memuat sejumlah topik,
yang meliputi:
- Ringkasan
eksekutif
- Pernyataan
misi
- Lingkungan
usaha
- Perencanaan
pemasaran
- Tim
manajemen
- Data
finansial
- Aspek-aspek
legal
- jaminan
asuransi
- Orang-orang
penting
- Pemasok
- Resiko
Ringkasan
eksekutif, menjelaskan tentang
1) maksud
usaha
2) Usulan
finansial
3) Permintaan
dana
4) Cara
menggunakan dana dan cara pembayaran pengembalian pinjaman.
Secara
rinci komponen-komponen yang tercantum dalam format usaha tersebut meliputi:
(1)
ringkasan eksekutif, ini dibuat tidak
lebih dari dua halaman, yang memuat tentang:
(a) Nama,
alamat, dan telepon perusahaan
(b) Nama,
alamat, dan nomor telepon orang-orang penting di perusahaan.
(c) Laporan
singkat gambaran perusahaan.
(d) Laporan
singkat gambaran pasar untuk produk.
(e) Laporan
singkat gambaran aksi-aksi strategis untuk meraih keberhasilan perusahaan.
(f) Laporan
singkat gambaran manajerial dan pengalaman teknik dari orang-orang penting di
perusahaan.
(g) Laporan
keperluaan dana dan cara menggunakannya.
(2)
perencanaan usaha secara detail
(a)
Latar belakang usaha
·
Laporan singkat sejarah perusahaan
·
Situasi yang ada saat ini.
(b)
Gambaran usaha secara detail
·
Keunikan usaha yang dimiliki.
·
Bagaimana keunikan itu menciptakan nilai.
·
Faktor-faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan (seperti
harga persaingan, kualitas, keandalan, ketahanan, sifat-sifat teknik dan
sebagainya).
(c)
Analisis pasar
·
Potensi pembeli terhadap barang
(dispesifikasikan)
·
Motifasi mereka membeli.
·
Ukuran pasar (jumlah pelanggan di pasar)
·
Pembelanjaan total tahunan.
·
Sifat-sifat pembeli, apakah barang tahan
lama? Apakah produk hanya di beli pada musim tertentu?
·
Target pasar spesifik, apakah kita
mengetahui konsumen potensial yang akan kita tuju.
·
Pengaruh pasar eksternal, bagaimana
masing-masing kekutan eksternal,
mempengaruhi penjualan, misalnya:
·
Faktor ekonomi, seperti inflasi, resesi,
dan tinggi-rendahnya tingkat pengangguran.
·
Faktor sosial, seperti usaha pelanggan,
lokasi, tingkat pendapatan, ukuran rumah tangga,dan sifat khusus masyarakat.
(d)
Analisis pesaing, memuat gambaran tentang:
·
Pesaing yang ada, jumlah pesaing yang kita
kenal dan kepercayaan pelanggan terhadap kita.
·
Perusahaan yang mungkin masuk pasar,
siapa, kapan, dan mengapa masuk pasar? Apa dampak dari masuknya pesaing baru
terhadap target pasar kita?
·
Kekuatan dan kelemahan pesaing.
(e)
Perencanaan strategi usaha.
·
Rencana untuk memasarkan produk, khususnya
yang berkenaaan dengan strategi pemasaran, seperti harga, promosi dan
periklanan, dan pelayanan pada pelanggan.
·
Bandingkan produk kita dengan produk yang
sudah ada di pasar.
(f)
Spesifikasi organisasi dan manajemen
·
Bagaimana perusahaan diorganisir baik
secara legal (seperti perusahaan umum, kemitraan, atau yang lainnya) maupun
secara fungsional.
·
Orana-orang kunci dalam perusahaan,
beserta latar belakang, dan sifat-sifat spesifik lain yang mempengaruhi keberhasilan usaha.
(g)
Perencanaan keuangan
·
Jumlah uang yang diperlukan untuk
memproduksi barang dan jasa serta untuk operasional usaha.
·
Ciptakan pembelanjaan kas untuk ditunjukan
kepada bank atau investor lain yang akan membantu pendanaan perusahaan.
·
Proyeksi biaya operasional secara realistis untuk membiayai material,
tenaga kerja, peralatan pemasaran, dan biaya lainnya.
·
Proyeksi dan aktualisasi neraca dan
laporan laba rugi perusahaan.
·
Analisis peluang pokok (break even analysis)
(h) perencanaan
aksi strategis
·
Penjelasan misi kita dalam perusahaan.
·
Penampilan dan tujuan dan sasaran
spesifik.
·
Pernyataan strategi produksi dan
pemasaran.
·
Bagaimana strategi akan dikonversikan ke
dalam perencanaan operasional.
·
Prosedur pengawasan untuk menjaga
perusahaan dari serangan.
Pengelolaan Keuangan
Pengelolaan keuangan adalah
bagaimana perusahaan mengusahakan sumber dana, menggunakan, dan mengendalikan
dana-dana tersebut. Ada tiga aspek yang
harus diperhatikan dalam pengelolaan keuangan, yaitu :
1.
Aspek sumber dana
Dilihat dari asalnya, sumber dana
dibagi dalam dua golongan, yaitu :
a.
Dana yang berasal dari perusahaan
Dana yang berasal dari perusahaan
sendiri disebut juga dengan pembelanjaan internal. Ini merupakan cara yang
paling mudah untuk mendapatkan dana untuk memenuhi kebutuhan perusahaan,
mengapa? karena perusahaan tinggal mengambil dana yang memang sudah tersedia
dalam perusahaan itu sendiri. Tapi perlu diingat bahwa dana yang dimiliki
perusahaan biasanya sangat terbatas sehingga kita perlu memperhatikan biaya
kesempatan (opportunity cost), yaitu
peluang yang hilang akibat penggunaan lain atau penerimaan yang seharusnya
diterima tetapi hilang akibat penggunaan sumber-sumber tersebut dalam operasi
perusahaan. Misalnya saja, bunga dana atau sewa gedung milik sendiri yang
seharusnya diterima, hilang akibat dana atau gedung tersebut digunakan untuk
operasi perusahaan. Bunga atau sewa yang seharusnya diterima oleh pemiliknya tersebut
seharusnya dihitung sebagai biaya perusahaan.
Ada tiga jenis sumber dana internal
yang dapat dijadikan sumber keuangan perusahaan, seperti:
1.
Penggunaan dana perusahaan.
2.
Penggunaan cadangan.
3.
Penggunaan laba yang tidak dibagi / ditahan.
b.
Dana yang berasal dari luar perusahaan
Dana yang berasal dari luar
perusahaan disebut juga dengan pembelanjaan eksternal. Sumber dana ini mencakup
:
1.
Dana dari pemilik atau penyertaan
Perlu diperhatikan dengan cermat
bahwa harus ada pemisahan yang tegas antara dana milik pribadi dengan dana
milik perusahaan.
2.
Dana yang berasal dari hutang / pinjaman
Hutang / pinjaman ini bisa dalam
jangka pendek atau jangka panjang atau disebut dengan pembelanjaan asing.
Sumber dana ini bisa berupa kredit jangka pendek, seperti kredit rekening
koran, kredit penjual / pembeli, dan aksep. Selain itu, terdapat pula kredit
jangka panjang, seperti hipotek, obligasi, kredit bank, dan kredit dari negara
lain.
3.
Dana bantuan program pemerintah pusat dan daerah.
4.
Dana dari teman atau keluarga yang ingin menanamkan modalnya.
5.
Dana Ventura
Dana ventura adalah dana dari
perusahaan lain yang ingin menginvestasikan dananya pada perusahaan yang
relatif kecil yang dinilai memiliki potensial.
Gambar 8.1 Alur Sumber
dan Penggunaan Dana
2.
Aspek rencana dan penggunaan dana
Ada beberapa aspek yang harus
diperhatikan dalam merancang penggunaan biaya, yaitu:
a.
Biaya awal
b.
Proyeksi / rancangan keuangan, yang mencakup :
Ø Neraca
harian (balance sheet)
Ø Laporan
laba rugi (income statements)
Ø Laporan
arus kas (cash flow statements)
c.
Analisis pulang pokok (break-even
analysis)
Biaya awal (start-up cost) adalah biaya yang diperlukan ketika perusahaan akan
berdiri. Biaya ini pada umumnya meliputi :
Ø Biaya
awal yang tidak terduga (unik)
Ø Biaya
administrasi
Ø Biaya
(sewa) bangunan
Ø Biaya
asuransi
Ø Biaya
tambahan atau biaya secara umum
3.
Aspek pengawasan atau pengendalian keuangan
Gambar
8.2 Estimasi Biaya Awal Bagi Usaha Baru
|
Kegiatan |
Estimasi
Biaya |
||
|
1 |
Produksi : |
Rp……. |
|
|
|
a. |
Pengembangan suatu
prototype |
Rp……. |
|
|
b. |
Desain produk akhir |
Rp……. |
|
|
c. |
Peralatan untuk
pabrikasi |
Rp……. |
|
|
d. |
Material untuk
pabrikasi |
Rp……. |
|
|
e. |
Biaya tenaga kerja |
Rp……. |
|
|
f. |
Pembelanjaan
eksploitasi (tambahan) |
Rp……. |
|
|
g. |
Biaya hiduo wirausaha |
Rp……. |
|
|
TOTAL……………………………………………………………………………………….. |
Rp……. |
|
|
|
|
||
|
2 |
Pemasaran : |
|
|
|
|
a. |
Riset pemasaran |
Rp…… |
|
|
b. |
Promosi dan periklanan |
Rp…… |
|
|
c. |
Peralatan pendukung
untuk pemasaran |
Rp…… |
|
|
d. |
Pengeluaran untuk staf
penjualan dan jaringan distribusi |
Rp…… |
|
|
e. |
Pengeluaran untuk
membantu penjualan |
Rp…… |
|
|
f. |
Pengeluaran untuk
instalasi dan penyajian produk |
Rp…… |
|
|
TOTAL………………………………….……………………………………………………. |
Rp…… |
|
|
|
|
||
|
3 |
Operasi Usaha Secara
Umum |
|
|
|
|
TOTAL……………………………………………………………………………………….. |
Rp….. |
|
|
|
|
||
|
4 |
Estimasi Pengeluaran |
|
|
|
|
a. |
Pengembangan produk |
Rp….. |
|
|
b. |
Pemasaran dan
distribusi |
Rp….. |
|
|
c. |
Operasional usaha |
Rp….. |
|
JUMLAH
KESELURUHAN………………………………………………………………………….. |
Rp….. |
||
Teknik dan Strategi Pemasaran
Apabila kita sudah mengerti tentang
perencanaan usaha, maka langkah selanjutnya adalah mempelajari dan melatih
bagaimana barang dan jasa yang dihasilkan itu didistribusikan atau dipasarkan.
Sementara definisi dari pemasaran itu sendiri adalah kegiatan meneliti
kebutuhan dan keinginan konsumen, menghasilkan barang atau jasa, menentukan
harga, mempromosikan, serta mendistribusikan barang dan jasa, maka tujuan
pemasaran adalah bagaimana agar barang dan jasa yang dihasilkan disukai,
dibutuhkan, dan dibeli oleh konsumen (J. Supranto, 1993).
Untuk itu kita harus mengetahui
prinsip dasar dan inti pemasaran terlebih
dahulu, prinsip dasar pemasaran adalah menciptakan nilai bagi pelanggan
(customer value), keunggulan bersaing
(competitive advantages), dan fokus
pemasaran. Sedangkan inti pemasaran adalah menciptakan nilai yang lebih tinggi
dibandingkan nilai yang diciptakan oleh pesaing bagi konsumen.
Strategi
yang tepat dan sesuai dengan inti pemasaran tersebut adalah memproduksi barang
dan jasa apa yang bisa dijual dan bukan menjual barang dan jasa apa yang bisa
diproduksi. Dengan memproduksi barang dan jasa yang bisa dijual kita akan
memperoleh keuntungan yang berlipat karena kita bisa memenuhi kebutuhan dan
keinginan konsumen, apabila kita menjual barang dan jasa yang bisa diproduksi,
konsumen belum tentu menyukai barang dan jasa yang kita jual tersebut dan ini
bisa membuat perusahaan rugi. Untuk itu, langkah awal yang perlu kita lakukan
adalah riset pemasaran, yaitu meneliti apa yang sebenarnya konsumen butuhkan
dan inginkan. Setelah kita mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen maka
kita sebagai seorang wirausaha sesuai dengan inti pemasaran kita harus mampu
memproduksi barang dan jasa dengan mutu yang lebih baik, harga yang lebih
murah, dan penyerahan yang lebih cepat dari pada pesaing.
Perencanaan Pemasaran
Apabila kita membahas tentang
strategi perusahaan kita tidak bisa lepas dari perencanaan, arahan, atau acuan
gerak langkah perusahaan untuk mencapai suatu tujuan. Ada beberapa langkah
dalam merencanakan pemasaran bagi usaha baru :
Langkah 1 : Menentukan kebutuhan dan
keinginan konsumen
Untuk menentukan kebutuhan dan
keinginan seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa langkah pertama adalah
dengan melakukan riset pemasaran. Riset pemasaran haruslah terarah agar kita
dapat mengetahui dengan benar apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen,
selain itu kita juga dapat mengetahui berapa banyak barang dan jasa yang
dibutuhkan, kualitas yang bagaimana, siapa yang membutuhkan, dan kapan mereka
memerlukannya. Riset pemasaran ini dimaksudkan untuk menentukan segmen pasar
dan karakteristik konsumen yang dituju.
Langkah 2 : Memilih pasar sasaran
khusus
Langkah selanjutnya adalah memilih
pasar sasaran khusus. Ada tiga jenis pasar sasaran khusus, yaitu :
1) Pasar
Individual (individual market).
2) Pasar
Khusus (niche market).
3) Segmentasi
Pasar (market segmentation).
Dari
tiga jenis tersebut, bagi perusahaan kecil dan usaha baru lebih tepat bila
memilih pasar khusus dan pasar individual.
Sedangkan untuk perusahaan menegah dan besar lebih baik memilih segmen
pasar.
Langkah 3 : Menentukan strategi
pemasaran dalam persaingan
Penerapan strategi pemasaran sangat
tergantung pada keadaan lingkungan persaingan pasar yang ada dari hari ke hari.
Keberhasilan dalam segmentasi pasar sangat tergantung pada potensi yang menggambarkan
permintaan dari lingkungan persaingan. Ada enam strategi untuk memenuhi
permintaan dari lingkungan yang bersaing, yaitu :
1) Berorientasi
pada pelanggan (customer orientation).
2) Kualitas
(quality), ialah mengutamakan Total Quality Management (TQM), yaitu
efektif, efisien, dan tepat.
3) Kenyamanan
(convenience)
4) Inovasi
(innovation)
5) Kecepatan
(speed), atau disebut juga Time Compression Management (TCM), yang
diwujudkan dalam bentuk :
a) Kecepatan
untuk menempatkan produk baru di pasar.
b) Memperpendek
waktu untuk merespons keinginan dan kebutuhan pelanggan (customer response time)
6
) Pelayanan dan kepuasan pelanggan.
Langkah 4 : Memilih strategi
pemasaran
Strategi pemasaran adalah paduan
dari kinerja wirausaha dengan hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya
dalam mengembangkan keberhasilan strategi pemasaran. Untuk menarik konsumen,
wirausaha dapat merekayasa indikator-indikator yang terdapat dalam bauran
pemasaran (marketing mix), yaitu probe, product, price, place, dan promotion.
Bauran
Pemasaran
Penelitian
dan Pengembangan Pasar (probe)
Langkah
pertama dalam kegiatan pemasaran adalah meneliti kebutuhan dan keinginan
konsumen,seperti ; Berapa jumlahnya, bagaimana daya belinya, dimana tempat
konsumennya, dan berapa permintaannya, itu semua merupakan informasi penting
bagi pemasaran produk baru. Menurut Peggy Lambing dan Charles L. Kuehl
(2000;153), keunggulan bersaing perusahaan baru terletak pada perbedaan
perusahaan tersebut dengan pesaingnya dalam hal:
1. Kualitas
yang lebih baik
2. Harga
yang lebih murah dan bisa ditawar.
3. Lokasi
yang lebih cocok, lebih dekat, lebih cepat
4. Seleksi
barang dan jasa yang lebih menarik
5. Pelayanan
yang lebih menarik dan lebih memuaskan konsumen
6. Kecepatan,
baik dalam pelayanan maupun dalam penyaluran barang
Menurut
Zimmerer (1996: 117), bagi usaha baru sangatlah cocok untuk menerapkan strategi
yang didorong oleh pasar (market driven). Strategi ini dibangun berdasarkan
enam fondasi:
1.
Orientasi konsumen
2.
Kualitas
3.
Kenyamanan dan kesenangan
4.
Inovasi
5.
Kecepatan
6. Pelayanan
dan kepuasan pelanggan
Orientasi
Konsumen
Pada
umumnya usaha baru yang berhasil pasti memusatkan perhatian pada pengembangan
sikap yang berorientasi pada kepuasan para pemilik kepentingan. Orientasi
tersebut kepada kepuasan pelanggan dengan perinsip perinsip pokok sebagai berikut:
1. Bila
ada pelanggan yang merasa kurang puas, penuhilah secepat mungkin kekurangan
tersebut
2. Doronglah
pelanggan untuk mengajukan keluhan bila kurang memuaskan.
3. Mintalah
umpan balik dari karyawan tentang upaya perbaikan pelayanan yang harus
diberikan kepada pelanggan
4. Buatlah
komitrmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen
5. Hati-hati
dalam memilih dan melatih seseorang yang
akan berhubungan dengan pelanggan
6. Kembangkan
pelayanan bagi karyawan, sehinnga komunikasi betul-betul mengarah pada pelanggan
7.
Berikan insentif kepada karyawan yang
betul-betul memberikan pelayanan istimewa kepada pelanggan
Kualitas
Akhir-akhir
ini kualitas telah menjadikan tujuan strategi beberapa perusahaan didunia
yang kemudian secara integral dijadikan
bagian dari budaya perusahaan. Kualitas tersebut terangkum dalam total quality management (TQM).
Total
quality management (TQM) tidak hanya ditujukan untuk mempertahankan kualitas
dan pelayanan kepada pelanggan. Kunci utama dalam mengembangkan TQM justru
terletak pada perhatian khusus terhadap pelanggan. Artinya, kualitas harus
mencerminkan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
Berdasarkan
hasil survei di AS, menurut Zimmerer (1996) ada lima komponen kualitas yang
secara berurutan perlu diperhatikan, yaitu :
1.
Ketepatan (reliability), yaitu rata-rata
kelalaian/pengabaian
2.
Daya tahan (durability), yaitu berapa lama
barang dan jasa tersebut dapat dipakai/bertahanan
3.
Mudah digunakan (easy of use), yaitu
barang jasa tersebut harus mudah untuk digunakan
4.
Nama merek yang terkenal dan dipercaya
(known and trusted brand name)
5.
Harga yang relatif murah (low price)
Contohnya yaitu bisa kita lihat pada earphone merek SENNHEISER yang menjajikan kualitas
suara yang murni dengan detil yang memuaskan
Sedangkan
dibidang jasa pelayanan, konsumen ingin melihat jasa perusahaan yang
mencerminkan beberapa karakteristik sebagai berikut:
1. Berwujud/nyata
(tangibels), yaitu terdapatnya fasilitas, peralatan, dan sumber daya manusia
untuk memberikan pelayanan jasa.
2. Ketepatan
(realibity), yaitu terdapatnya pemenuhan pelayanan yang sesuai dengan moto atau
slogan perusahaan.
3. Ketanggapan
( responsiveness), yaitu tanggap terhadap keinginan pelanggan
4. Terjamin
dan penuh empati (assurance and empathy), yaitu menimbulkan sikap yang
menyenangkan. Dengan kata lain, pelayanan haruslah cepat, tepat, menyenangkan,
dan sopan. Artinya terdapat jaminan bahwa pelayanan yang diberikan dapat
menimbulkan rasa aman dan senang bagi pelanggan
Contohnya yaitu pada PERTAMINA dengan slogan PASTI
PAS
Pedoman
penting untuk mencapai sasaran kualitas seperti diatas dapat dilakukan dengan
langkah-langkah sebagi berikut:
1.
Bangun kualitas kedalam proses
2.
Kembangkan tim kerja dan sebar luaskan
sampai departemen
3.
Mantapkan ikatan dengan pemasok secara
khusus
4.
Latihlah manajer dan karyawan agar mereka
partisispasi dalam program peningkatan kualitas
5.
Berdayakanlah karyawan pada setiap
tingkatan organisasi, berikan wewenang dan tanggung jawab dalam membuat
keputusan untuk menentukan kualitas
6.
Mantapkan komitmen manajer terhadap
kualitas.
7.
Berikan insentif kepada orang yang bekerja
berkualitas.
8.
Kembangkan strategi perusahaan dalam
pernaikan perusahaan.
Kenyamanan
Untuk
mengetahui kenyamanan , dilakukan dengan cara meminta informasi kepada
pelanggan, misalnya kesenangan apa yang mereka inginkan dan mereka harapkan
dari pelayanan disajikan perusahaan? Untuk memberikan pelayanan yang
menyenangkan harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Lokasi
usaha harus dekat dengan pelanggan.
2. Berikan
kemudahan-kemudahan kepada pelanggan
3. Tentukan
jam kerja yang menyenangkan bagi pelanggan, apakah perusahaan buka 24 jam
sehari selama seminggu penuh atau tidak.
4. Tetapkan
apakah barang perlu diantar atau tidak.
5. Berikan
kemudahan kepada pelanggan agar dapat membeli secara kredit.
6. Latihlah
karyawan untuk dapat melakukan transaksi dengan cepat, tepat, dan sopan
Contohnya yaitu pada Factory Outlet yang ada di Jl R.E. Martadhinata
Inovasi
Inovasi
merupakan kunci keberhasilan bagi perusahaan baru. Perubahan pasar yang sangat
cepat dan persaingan yang kompleks menuntut inovasi yang terus-menerus. Inovasi
yang terus-menerus merupakan kekuatan bagi wirausaha dalam meraih suksesnya
usaha. Beberapa bentuk inovasi yang lazim dan terkenal antara lain bentuk
produkbaru, perbedaan teknik/ cara, dan pendekatan baru dalam
memperkenalkannya.
Kecepatan
Dengan
kecepatan berarti mengurangi biaya, meningkatkan kualitas dan memenuhi
permintaan pasar. Secara filosofi, kecepatan disebut time compession management
(TCM). Yang memiliki dua aspek yaitu :
1.
Mempercepat produk baru kepasar
2.
memperpendek waktu dalam merespons
permintaan pelanggan baik dalam memproses produk maupun dalam mendistribusikan
atau menyampaikannya.
Contohnya itu bias kita lihat pada perusahaan Jasa Marga
Agar perusahaan yang
mementingkan TQM dapat bersaing , hendaknya dapat melakukan hal-hal sebagai
berikut:
1.
perbarui keseluruhan proses sehingga
menjadi lebih cepat
2.
ciptakan fungsi silang dari tim kerja,
berikan wewenang untuk memecahkan persoalan. Tim kerja yang dimaksud adalah
insinyur, pekerja dipabrik penjual , ahli kualitas dan pelanggan.
3.
Arahkan tujuan secara agresif untuk
mengurangi waktu dan memperpendek jadwal. Melalui TQM diharapkan dapat
mengurangi siklus waktu, misalnya yang sebenarnya beberapa minggu menjadi
beberapa hari atau jam saja, seharusnya sebulan hanya beberapa minggu saja ,
dan seterusnya
4.
Tanamkan budaya cepat. Pelayanan harus
cepat namun efektif dan sopan
5.
Gunakan teknologi yang dapat mempercepat
proses.
Pelayanan
dan kepuasan pelanggan
Salah
satu cara terbaik untuk mempertahan kan pelanggan dan menarik pelanggan baru
adalah dengan menyajikan pelayanan yang lebih baikyang tidak tertandingi oleh
pesaing lain. Cara menciptakan pelayanan dan kepuasan pelanggan dapat dilakuakn
sebgai berikut:
1.
Dengarkan dan perhatikan pelanggan
2.
Tetapkan pelayanan yang terbaik
3.
Tetapkan ukuran dan kinerja standar
4.
Berrikan perlindungan hak-hak karyawan
5.
Latih karyawan untuk memberikan pelayanan
istimewa
6.
Gunakanlah teknologi yang memberikan
pelayanan terbaik
7.
Berikan hadiah bagi pelayanan terbaik.
Contohnya yaitu pada merek laptop HP yang mempunyai pelayanan customer terbaik
Produk
(product)
Masyarakat umumnya mengetahui keberadaan suatu produk baru
setelah produk tersebut ada dipasar selama beberapa waktu, dan kemudian mereka
menerimanya secara bertahap. Rogers membagi tahapan-tahapan proses adopsi
menjadi lima tahap, yaitu:
1.
Kesadaran (awareness),
yaitu konsumen mengetahui tentang adanya produk baru, tetapi tidak mempunyai
informasi mengenai produk tersebut
2.
Perhatian (interest),
yaitu konsumen terdorong untuk mencari informasi mengenai produk baru tersebut.
3.
Penilaian
(evaluation), yaitu konsumen mempertimbangkan dan menilai untung ruginya
mencoba produk baru tersebut.
4.
Pencobaan (trial),
yaitu konsumen mencoba produksi baru secara kecil-kecilan, untuk memperkirakan
kegunaannya.
5.
Adopsi, yaitu konsumen
memutuskan untuk menggunakan produk baru tersebut secara teratur.
Produk
selalu mengalami daur hidup (product life cycle). ProductLife cycle (PLC),yaitu suatu grafik yang
menggambarkan riwayat suatu produk sejak diperkenalkan kepasar sampai dengan
ditarik dari pasar. Terdapat beberapa tahapan dalam produt life cycle, yang
terdiri dari :
1. Tahap pengembangan
Pengembangan
produk baru merupakan bagian terpenting dalam pemasaran. Ada beberapa alasan
mengapa produk baru gagal :
·
Produk baru tidak berbeda secara memadai
dengan produk yang ada di pasar
·
Wirausaha tidak memiliki pengetahuan yang
memadai tentang pasar
·
Perusahaan sangat miskin perencanaan dan
kurang gencar dalam memperkenalkan produk-produknya
·
Wirausaha gagal untuk menyesuaikan
strategi produknya ketika ada perubahan
·
Perusahaan kekurangan dana yang memadai
dan kurang komitmen terhadap produk baru
Menurut zimmerer (1996:125), untuk
meminimalkan risiko yang timbul dalam memperkenalkan produk dan jasa baru,
pemilik perusahaan kecil hendaknya mempertimbangkan aturan-aturan dalam
pengembangan produk sebagai berikut:
·
Simplicity (kesederhanaan). Produk-produk
harus mudah digunakan.
·
Integrity (integritas)
·
Human focus (fokuskan pada orangnya).
Memperhatikan peranan komplementer akhir untuk mendesain integritas
·
Sinergy (berdaya juang). Desain produk
yang baik memerlukan kombinasi antar pengalaman, pengetahuan, kecakapan dari
suatu tim professional.
·
Creativity (kreativitas). Keberhasilan
produk sangat tergantung pada keahlian kreatif dari orang banyak.
·
Risk (risiko). Desain produk yang baik
ditunjukan oleh produk yag terus eksis sampai batas akhir.
Cara untuk merekayasa produk barang
dan jasa agar diminati oleh konsumen, diantaranya:
·
Jenis-jenisnya di perbaharui
·
Kualitasnya dibeda-bedakan dan
ditingkatkan
·
Model dan desainnya bermacam-macam dan
dibedakan
·
Kemasan, warna, bentuk, ukuran, standar,
merek dibuat sedemikian rupa sehingga lebih menarik
2.
Tahap
pengenalan
Ciri-ciri umum tahap ini adalah:
·
penjualan yang masih
rendah
·
volume pasar
berkembang lambat
·
persaingan yang masih
relatif kecil
·
tingkat kegagalan
relatif tinggi
·
masih banyak dilakukan
modifikasi produk dalam pengujian dan pengembangannya
biaya produksi dan
·
pemasaran sangat
tinggi serta distribusi yang masih terbatas.
Permintaan dalam tahap ini datang dari core market, yaitu
konsumen yang mempunyai dana berlebih dan mencari produk yang benar-benar
diinginkannya. Oleh karena harga produk baru biasanya tinggi (karena belum
diproduksi secara massal, secaraefisien, dan untuk menutupi biaya riset dan pengembangan
serta biaya promosi), maka konsumen seperti inilah yang dituju oleh produsen.
Laba masih sangat rendah (bahkan merugi) karena besarnya biaya pemasaran
(terutama promosi) dan biaya lainnya, sementara penjualan masih rendah. Pada
tahap ini promosi difokuskan pada usaha membangun permintaan awal (primary
demand yaitu permintaan pada kelas produk (product class), bukan pada merek
produk. Produk baru juga biasanya menimbulkan masalah distribusi, karena
seringkali wholesaler dan retailer tidak bersedia menanggung risiko untuk
menjual produk baru. Dengan demikian, biaya promosi menjadi sangat tinggi
Karena selain ditujukan untuk menginformasikan konsumn terakhir tentang
keberadaan produk, juga untuk menarik minat distributor.
3.
Tahap petumbuhan penjualan
Bila suatu produk telah melewati tahap perkenalan dengan
baik, maka selanjutnya akan memasuki tahap pertumbuhan. Tahap ini sendiri dapat
dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu rapid growth dan slow growth.
·
Rapid Growth
Tahap rapid growth ini ditandai dengan melonjaknya tingkat
penjualan perusahaan dengan cepat karena produk telah diterima dan diminta oleh
pasar. Tidak semua produk baru dapat mencapai tahap ini, bahkan tidak sedikit
produk baru yang gagal ditahap awal. Namun jika produk baru itu berhasil, sesuai
dengan kebutuhan konsumen, maka keadaan ini akan menarik pesaing untuk memasuki
industry tersebut dengan produk tiruan. Oleh karena itu, penyesuaian produk
seringkali dilakukan pertama kali ditahap ini Seiring dengan meningkatnya
penjualan, laba juga meningkat karena biaya produk menjadi murah akibat
efisiensi produksi dan kurva pengalaman (learningcurve). Disamping itu biaya
promosi juga dibebankan pada volume yang lebih besar. Sedangkan untuk
distribusi, akan semakin banyak outlet yang diperlukan, sehingga penambahan
retailer akan menjadi kebutuhan perusahaan. Pada tahap ini outlet akan mudah
didapat oleh perusahaan karena banyak retailer yang tertarik dengan keuntungan
dari kesuksesan produk baru ini.
·
Slow Growth
Pada tahap ini penjualan masih meningkat, namun dengan
pertumbuhan yang semakin menurun. Sebagian besar pasar telah dijangkau, karena
produk perusahaan telah digunakan oleh mayoritas konsumen. Situasi ini akan
menyebabkan perusahaan mulai memperbarui produknya agar dapat mempertahankan
penjualannya. Pada umumnya dilakukan usaha modifikasi produk dengan
menyempurnakan model (style improvement) guna memantapkan posisi produknya
dipasar. Laba akan semakin sulit diperoleh perusahaan dan penyalur karena
persaingan harga akan cenderung menyebabkan penurunan harga. Pesaing semakin
banyak yang keluar dari pasar disebabkan oleh semakin berkurangnya
keuntungan/dayatarik industry.
4.
Tahap kematangan
Pada tahap kematangan, volume penjualan terus meningkat dan
margin laba mencapai puncaknya, tetapi kemudian menurun, karena masuknya
pesaing baru kepasar. Masuknya produk pesaing sudah tentu menyebabkan
menurunnya hasil penjualan.
Ada dua strategi utama yang
dapat diterapkan pada tahap kedewasaan. Yang pertama adalah defensive strategy, yang bertujuan
untuk mempertahankan pangsa pasar dari pesaing dan menjaga kelompok produk
(productcategory) dari serangan produk substitusi. Bentuk strategi ini adalah
berupa modifikasi bauran pemasaran untuk memperoleh tambahan penjualan.
Strategi bertahan ini lebih menitikberatkan pada penekanan/pengurangan biaya
produksi dan menghilangkan kelemahan produk. Distributor memainkan peranan
penting untuk strategi ini, sebab tingkat penjualan yang mereka peroleh
dipengaruhi oleh usaha promosi perusahaan untuk mendorong distributor tetap setiap
ada perusahaan. Disamping itu, karena promosi berkurang keefektifannya, maka
penentuan harga menjadi bentuk lain dari promosi. Walaupun usaha promosi
ditujukan untuk mempertahankan kesetiaan produk pada konsumen dan distributor,
penekanannya akan lebih cenderung lebih berat pada distributor. Meskipun
merupakan alternative strategi yang baik pada tahap kedewasaan, strategi ini
mempunyai kelemahan pokok yaitu sangat mudah ditiru pesaing, terutama jika yang
dilakukan adalah potongan harga, peningkatan aktivitas pelayanan, dan
distribusi massal. Keuntungan yang diperoleh pun tidak banyak, karena setiap
tindakan yang dilakukan perusahaan akan mendapat reaksi dari pesaing.
Strategi yang kedua adalah offensive strategy, yang lebih
menitikberatkan pada usaha perubahan untuk mencapai tingkat yang lebih baik.
Bentuk strategi ini dapat berupa modifikasi pasar, yaitu dengan menggaet
kelompok bukan pemakai (nonuser), mengintensifkan penawaran produk kepada
nonuser, dan merebut konsumen pesaing. Bentuk lain dari strategi ofensif adalah
modifikasi produk, yaitu mengubah karakteristik produk sedemikian rupa sehingga
semakin menarik konsumen saat ini untuk membeli, dengan cara menawarkan manfaat
baru dari suatu produk kepada konsumen sekarang untuk mendorong pembelian yang
lebih banyak dan pemakaian yang lebih sering (usaha seperti ini sering disebut
dengan product relaunching).
5.
Tahap kejenuhan
Pada tahap ini penjualan mencapai puncaknya dan konsumen
mulai jenuh terhadap produk tersebut. Oleh sebab itu, pada tahap inilah inovasi
produk harus dimulai.
6.
Tahap penurunan
Penurunan penjualan ini
disebabkan oleh factor-faktor seperti perubahan selera pasar, produk substitusi
diterima konsumen (baik dan dalam negeri maupun dan luar negeri), dan perubahan
teknologi.
Tahap ini merupakan lingkaran
akhir daur hidup produk. Hasil penjualan produk secara langsung terus-menerus
menurun, produk-produk lama mulai diobraldan cuci gudang, otomatis margin laba
juga turun secara drastis.
Apabila produk mencapai
tahapan penurunan, tidak berarti produk tersebut gagal, karena setiap produk
yang telah popular akan selalu di perbaiki kembali.
Beberapa teknik atau cara untuk memperpanjang daur hidup
produk :
1.
Meningkatkan Konsumsi dengan cara membujuk konsumen untuk meningkatkan
penggunaan produknya dengan berbagai manfaat yang ditawarkan. Contoh : untuk
hasil maksimal gunakan pasta gigi sepanjang bulu sikat, apa pun makannya
minumnya teh botol sosro, memakai sampo setiap hari membuat rambut sehat, dsb.
2. Mencari
fungsi lain produk dari biasanya. Contoh seperti teh tidak hanya untuk ngeteh
saja tapi dapat dibuat kreasi menjadi minuman yang lebih kompleks.
3.
Memodifikasi produk agar tampil baru dan segar baik dari segi isi, kemasan,
takaran, ukuran, manfaat, dan lain sebagainya. Contoh misal seperti produk
unilever yang biasanya terus menerus mengganti isi pepsodent beserta kemasannya
agar selalu tampil baru dan segar.
4.Mencari
target konsumen baru. Jika pasar yang sudah ada sudah tidak dapat diandalkan
untuk meningkatkan penjualan maka dapat ditempuh jalan dengan cara membidik
segmen pasar baru untuk dibujuk untuk menjadi pelanggan. Contoh : rokok
sampoerna hijau yang tadinya membidik golongan menengah ke bawah kini mulai
membidik golongan menengah ke atas untuk memperluas segmen pasar.
Tempat (place)
Untuk mencapai sasaran tempat yang baik dapat dilakukan
dengan jalan:
· Memperbanyak saluran
distribusi, misalkan langsung ke konsumen atau tidak langsung yaitu melalui
para agen
· Memperluas segmentasi
atau cakupannya, missal segmen local, regional, nasional, dan internasional.
·
Menata penampilan
tempat usaha, missal tata etalase dan posisi duduk
·
Menggunakan cara
penyampaian barang seefisien mungkin
·
Mengubah-ubah
persediaan dari gudang yang satu ke gudang yang lain.
Ada dua saluran distribusi yang masing-masing sangat
berbeda, yaitu saluran distribusi untuk barang industri dan saluram distribusi
barang untuk konsumsi.
Saluran distribusi untuk barang konsumsi, memiliki empat
saluran distribusi yaitu :
a. Produsen
→ konsumen
Contohnya:
bengkel , rumah makan, pangkas rambut, panti pijat, dll.
b. Produsen
→ retailer → konsumen
Contohnya:
Koran, es krim, dll
c. Produsen
→ wholesaler → retailer →konsumen
Contohnya:
mie instan, sayur mayur, beras, minuman kaleng, dll
d. Produsen
→wholesaler → agen → retailer → konsumen
Contohnya
: barang impor
Untuk barang-barang industri ada dua saluran,
yaitu:
·
Produsen → industri
Contohnya:
pabrik mie telor menjual mie nya ke pedagang mie ayam gerobak keliling
·
Produsen → wholesaler → industri
Contohnya:
suatu distributor membeli mesin berta dari luar negri untuk di jul ke
pabrik-pabrik dalam negeri.
Harga (price)
Faktor-faktor yang harus di pertimbangkan
dalam menetapkan harga:
·
Biaya barang dan jasa
·
Permintaan dan penawaran barang dan jasa
·
Antisipasi volume penjualan produk dan
jasa
·
Harga pesaing
·
Kondisi ekonomi
·
Lokasi usaha
·
Fluktuasi musiman
·
Factor psikologis pelanggan
·
Bunga kredit dan bentuk kredit
·
Sensitivitas harga pelanggan
Teknik penentuan harga untuk produk
baru
Menetapkan harga bagi produk baru, wirausaha
hendaknya mencoba memuaskan tiga tujuan, yaitu;
1.
Menghasilakan produk yang dapat diterima
oleh konsumen potensial, tidak peduli berapa banyaknya
2.
Memelihara pangsa pasar yang akibat
tumbuhnya persaingan
3.
Memperoleh laba
Teknik penentuan harga: untuk barang
konsumsi
1.
Strategi penentrasi harga (price
penetration), yaitu menetapkan harga di bawah harga normal. Ini dilakukan bila
usaha baru memperkenalkan produk barunya ke pasar dimana terdapat penjual
produk yang sama dan persaingan yang tinggi.
2.
Strategi harga skimming (skimming price),
yaitu menetapkan harga diatas harga normal. Strategi ini digunakan bila
memperkenalkna produk baru ke pasar diamana terdapat sedikit atau bahkan tidak
ada pesaing sama sekali.
3.
Strategi sliding down the demand curve,
yaitu perusahaan memperkenalkan produknya dengan harga yang tinggi kemudian
dengan kemajuan teknologi yang dimilikinya mampu menurunkan biaya dengan cepat
sehingga menurunkan harga produk lebih cepat daripada harga pesaing.
4.
Strategi follow the leader pricing, yaitu
strategi yang biasanya dilakukan oleh pedgang kecil dengam mengamati berbagai
kebijakan harga peasing dan harga individual dengan meninjau periklanannya.
Teknik
penentuan harga: untuk barang industri
1.
Strategi cost plus pricing
Digunakan
hanya untuk barang-barang industri, yaitu dengan menambahkan margin laba yang
dikehendaki terhadap biaya-biaya langsung.
2.
Pembiayaan langsung dan formulasi harga
Pembiayaan
langsung adalah pembiayaan langsung yang tidk berhubungan dengan volume
produksi misalnya biaya yang ditujukkan untuk bahan baku, ongkos tenaga kerja,
overhead pabrik.
3.
Penentuan harga jual model pulang pokok
(break even)
Model
ini dilakukan dengan menghitung besar persentase tertentu dari total penjualan
yang digunakan untuk biaya variable.
Teknik
penentuan harga: untuk jasa
Dengan teknik ini, perusahaan jasa bisa
memperoleh manfaat yang efektif. Perusahaan jasa harus menentukan harga
berdasarkan material yang digunakan untuk menyediakan jasa, tenaga kerja, dan
untuk memperoleh laba. Banyak perusahaan jasa yang menghitung harga pelayanan
hanya didasarkan pada jam kerja atau jam kerja actual yang dihunakan untuk
membentuk jasa.
Promosi
Agar barang dan jasa yang kita
produksi dikenal, diketahui, dibutuhkan dan diminta konsumen, maka wirausaha
harus melakukan usaha-usaha sebagai berikut :
1.
Menginformasikan barang dan jasa yang
dihasilkan pada konsumen
2.
Membujuk konsumen agar mau membeli barang
atau jasa yang dihasilkan
3.
Mempengaruhi konsumen agar tertarik
terhadap barang atau jasa yang kita hasilkan
Kegiatan-kegiatan diatas diatas dapat
dilakukan dengan periklanan dan promosi. Oleh karena itu, promosi merupakan
cara mengkomunikasikan barang dan jasa yang akan ditawarkan agar konsumen dapat
mengenal dan kemudian membelinya. Sesuai dengan fungsi promosi yaitu
menginformasikan , membujuk, mengingatkan dan mempengaruhi, maka melalui
promosi barang dan jasa yang dihasilkan akan mudah dikenal oleh konsumen . ada
beberapa jenis promosi:
1.
Iklan, misalnya melaui media cetak atau
elektronik
2.
Promosi penjualan, misalnya melalui
pameran dagang, kuis berhadiah, hiburan dan lainya.
3.
Wiraniaga, mempromosikan langsung barang
itu kekonsumen sasaran dengan membawa produk contoh
4.
Pemasaran langsung, langsung menghubungi
konsumen
5.
Humas, yaitu mempublikasikan barang kita
melalui billboard, pamphlet, dan lain sebagainya
Semua strategi di atas tergantung
pada elastisitas permintaan, biaya barang dan harga yang dimiliki pesaing.
Setelah barang dan jasa yang diproduksi dikenal dan diutuhkan konsumen , maka
tugas wirausaha adalah:
1. Mempertahankan
pangsa pasar dan volume penjualan
2. Mengembangkan
pangsa pasar dan volume penjualan
Untuk mempertahankan dan
mengembangkan pangsa pasar, wirausaha harus perlu melakukan langkah-langkah
berikut:
1.
Menghargai dan memperhatikan keinginan dan
kebutuhan konsumen
2.
Menganalisis kelebihan dan kekurangan
pemasaran yang kita miliki maupun kelebihan dan kelemahan pesaing
3.
Mencari strategi lain untuk menyerang
market leader
Kiat
Pemasaran usaha baru
Ketika kita belum mengetahui barang
dan jasa yang akan kita jual, kiata terlebih dahulu harus melakukan survey
untuk mendapatkan informasi :
Peluang
Pasar
Peluang pasar dapat dilihat dengan car mengamati
konsumen . fokusnya yaitu:
1.
Barang dan jasa apa yang dibutuhkan
konsumen ?
2.
Berapa banyak yang mereka butuhkan ?
3.
Kualitas mana yang paling tepat ?
4.
Berapa banyaknya ?
Untuk mengetahui ada atau tidak
adanya peluang usaha yang dituju, ada beberapa langkah yang harus dilakukan:
1.
Amati kebutuhan apa yang paling banyak
diperlukan oleh masyarakat sekitarnya
2.
Kapan saja mereka membutuhkan barang
3.
Lihat karakteristik konsumen
4.
Bagaimana daya beli
5.
Lihat ada pesaing atau tidak
Tempat
yang Tepat
Carailah tempat memasarkan barng yang
cocok. Misalnya, ditempat yang ramai dan dikunjungi dilewati orang seperti
tempat dipariwisata.
Banyaknya
Barang yang Dibutuhkan
Berapa banyak barang atau jasa yang
dibutuhkan oleh konsumen rata-rata per hari
Target
yang Hendak Dicapai
Untuk mengejar keuntungan , untuk
keuntungan, untuk meraih pelanggan rutin, untuk meraih pelanggan temporer, atau
hanya sekedar laku terjual dalam rangka meraihkonsumen baru
Fungsi-fungsi
Pemasaran Usaha Baru
Ada beberapa kegiatan dalam lingkup pemasaran, yakni:
1.
Pembelian, yaitu memberi barang yang akan
kita jual kembali.
2.
Penyimpanan atau penggudangan agar
barang-barang tersebut terjaga, tidak berubah bentuk, sifat, warna, ukuran, dan
standar kualitasnya
3.
Sortir dan pengemasan
4.
Penjualan
Teknik Pengembangan Usaha
Peningkatan
Skala Ekonomis
Cara ini dapat dilakukan dengan
menambah skala produksi, tenaga kerja, teknologi, sistem distribusi, dan tempat
usaha. Semua itu dilakukan bila peningkatan output akan menurunkan biaya jangka
panjang, yang berarti mencapai skala ekonomis. Sebaliknya, bila peningkatan
output menaikan biaya jangka panjang, maka tidak baik untuk dilakukan. Dengan
kata lain,bila produk dan jasa dihasilkan sudah mencapai titik efisien, maka
memperluas skala ekonomitidak bias dilakukan, sebab akan mendorong kenaikan
biaya.
Perluasan
Cakupan Usaha
Cara ini bias dilakukan dengan cara
menambah usaha baru, produk, dan jasa baru yang berbedadari yang sekarang
diproduksi, serta dengan teknologi yang berbeda. Misalkan, usaha angkutan kota
dperluas dengan usaha bus pariwisata, usha jasa pendidikan diperluas dengan
usaha pelatihan, dll.
Manajemen dan Strategi
Kewirusahaan
Manajemen
Kewirausahaan
Para
wirausaha menggunakan proses inovasi sebagai lat pemberdayaan sumber-sumber
untuk menciptakan suatu nilai barang dan jasa.
Manajemen
kewirausahaan menyangkut semua kekuatan perusahaan yang menjamin bahwa usahanya
betul-betul eksis. Ada empat komptentensi yang harus dimiliki seorang
wirausaha, yaitu:
- Fokus pada
dasar, bukan pada teknologi
- Buat ramalan
pendanaan untuk mnehindari tidak terbiayainya perusahaan.
- Bangun tim
manajemen, bukan menonjolkan perorangan.
- Beri peran
tertentu, khusus bagi wirausaha penemu.
Dalam
melakukan strategi usahanya, wirausaha biasanya menggunakan salah satu strategi
dari empat strategi, sebagai berikut:
- Berada
pertama di pasar dengan produk dan jasa baru.
- Posisikan
produk dan jasa baru tersebut pada relung pasar yang tidak terlayani.
- Fokuskan
barang dan jasa pada relung yang kecil tetapi bisa bertahan.
- Mengubah
karakteristik produk, pasar, atau industri.
Strategi
pertama, sering dipilih oleh wirausaha, meskipun paling beresiko. Setelah
strategi pertama sukses, maka selanjutnya memperthankan posisi kepemimpinan
pasar.
Strategi
kedua, menyangkut pengembangan keterampilan untuk menanggapi peluang yang
diciptakan oleh perusahaan yang berada di pasar pertama. Yang sering terjadi
adalah banyak peniru memodifikasi barang dan jasa untuk menciptakan nilai yang
lebih tinggi bagi pembeli. Bila demikian, wirausaha perlu memindahkan daya
saingnya ke segmen pasar lain dengan mendominasi segmen pasar kecil yang
dipandang perusahaan besar tidak memiliki peluang.
Strategi
ketiga, yaitu perubahan karakteristik produk, pasar, atau industri yang
berbasis inovasi. Strategi ini menciptakan inovasi dengan beberapa cara
berikut:
- Menciptakan
manfaat
- Menungkatkan
nilai inovasi
- Beradaptasi
dengan lingkungan social ekonomi pelanggan
- Menyajikan
apa yang dianggap bernilai oleh pelanggan.
Strategi
Kewirausahaan
Ada beberapa keputusan
strategis yang diperlukan dalam kondisi pertumbuhan, yaitu:
- Perubahan
produk barang dan jasa.
- Strategi yang
menyangkut penetrasi pasar, ekspansi pasar, diversivikasi produk dan jasa,
integrasi regional, atau ekspansi usaha.
- Kemampuan
untuk memperoleh modal investasi dalam rangka penelitian dan pengembangan,
proses produksi dan penggantian peralatan, dan dalam rangka penambahan
sumber daya manusia.
- Analisis
sumber daya manusia, sehingga memiliki keterampilan yang unik untuk
mengimplementasikan strategi.
- Analisis
pesaing baik yang ada maupun potensial untuk memantapkan strategi pesaing.
Keputusannya harus berdasarkan perilaku, sumber daya, dan komitmen yang
dimiliki pesaing di masa lalu.
- Kemampuan
untuk menopang keunggulan strategi perusahaan dan untuk memodifikasi
strategi dalam menghadapi perubahan permintaan pelanggan dan perilaku
strategi persaingan baru
- Penentuan
harga barang atau jasa untuk jangka pendek dan jangka panjang.
- Interaksi
perusahaan dengan masyarakat luas.
- Pengaruh
pertumbuhan perusahaan yang cepat terdapat aliran kas.
Strategi
bagi Pemimpin Pasar
Apabila
perusahaan telah memiliki peluang pasar yang besar seperti masa pertumbuhan,
strareginya adalah:
- Bersikap menyerang
dan agresif untuk memperthajkan pangsa pasar.
- Bersikap
bertahan dan tidak terlalu agresif.
- Tidak boleh
ada tanggapan bahwa perusahaan yang berhasil tidak memiliki tantangan.
Strategi
bagi Bukan Pemimpin Pasar
Perusahaan yang memasuki tahap pertumbuhan yang memiliki
posisi kuat (bukan pemimpin pasar) di pasar, memiliki strategi tertentu. Akan
tetapi strategi ini bukan untuk bersaing dengan pemimpin pasar. Strategi ini
dilakukan dengan cara:
- Secara
agresif menggunakan kompetensi terbaiknya untuk meraih peluang pasar
sehingga tidak tertandingi pesaing.
- Mengembangkan
strategi sebagai pengikut. Dalam kondisi ekonomi yang baik, perusahaan
yang mengikuti strategi ini akan berhasil.
Strategi
yang Lain
Banyak
strategi yang dilakukan wirausaha pada tahap pertumbuhan, diantaranya:
Pertahanan bersaing. Agar tetap bersaing,
maka pengembangan produk dan perluasan pelayanan harus selalu dinamis dan
memosisikan perusahaan dalam keadaan kritis.
- Mencoba untuk
menjadi andalan utama yang baru dan tidak berkosentrasi pada perbaikan
keberhasilan produk yang sudah ada.
- Mengambil
langkah positif dan proaktif untuk menguasai manajer kunci dan ahli teknik
professional yang selalu diikutertakan dalam pembentukan keberhasilan
perusahaan.
Memelihara
Semangat Wirausaha
Untuk
mendorong perilaku kreatif agar wirausaha memperoleh keuntungan di pasar dapat
dilakukan dengan cara:
- Mendidik
wirausaha tentang pelayanan perusahaan khususnya tentang alas an mereka
membeli produk dan jasa, tentang masalah yang dihadapi pelanggan, dan tentang
apa kebutuhan serta keinginan yang spesifik dari pelanggan.
- Mendidik
wirausaha tentang nilai-nilai perbaikan produk dan pemasarannya, tentang
proses distribusi dan perbaikan teknik produksinya untuk dapat bersaing.
Menciptakan
iklim kerja yang positif yang mendorong terciptanya ide-ide baru. Dengan iklim
yang kondusif, para entrepreneur akan lebih kreatif dalam mentranformasikan
ide-idenya
Komentar
Posting Komentar