PERENCANAAN USAHA

 

Perencanaan usaha adalah suatu cetak biru tertulis ( blue-print) yang berisikan tentang misi usaha, usulan usaha, operasional usaha, rincian financial, setrategi usaha, peluang pasar yang mungkin di peroleh, dan kemampuan serta keterampilannya pengelolanya, Perencanaan usaha sebagai persiapan awal memiliki dua fungsi penting, yaitu :

(1)   sebagai pedoman untuk mencapai keberhasilan manajemen usaha

(2)   sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar.

 

Menurut Zimerer (1993-331) Ada beberapa unsur yang harus ada dalam perencanaan usaha:

  1. Ringkasan pelaksanaan
  2. Profil usaha
  3. Strategi usaha
  4. Produk dan jasa
  5. Strategi pemasaran
  6. Analisis pesaing
  7. Ringkasan karyawan dan pemilik
  8. Rencana operasional
  9. Data financial
  10. Proposal/usulan pinjaman
  11. Jadwal operasinal

 

Sedangkan menurut Peggy lambing (2000-131), perencanaan bisnis memuat sejumlah topik, yang meliputi:

  1. Ringkasan eksekutif
  2. Pernyataan misi
  3. Lingkungan usaha
  4. Perencanaan pemasaran
  5. Tim manajemen
  6. Data finansial
  7. Aspek-aspek legal
  8. jaminan asuransi
  9. Orang-orang penting
  10. Pemasok
  11. Resiko

 

Ringkasan eksekutif, menjelaskan tentang

1)      maksud usaha

2)      Usulan finansial

3)      Permintaan dana

4)      Cara menggunakan dana dan cara pembayaran pengembalian pinjaman.

                                                     

Secara rinci komponen-komponen yang tercantum dalam format usaha tersebut meliputi:

(1)   ringkasan eksekutif, ini dibuat tidak lebih dari dua halaman, yang memuat tentang:

(a)   Nama, alamat, dan telepon perusahaan

(b)   Nama, alamat, dan nomor telepon orang-orang penting di perusahaan.

(c)   Laporan singkat gambaran perusahaan.

(d)   Laporan singkat gambaran pasar untuk produk.

(e)   Laporan singkat gambaran aksi-aksi strategis untuk meraih keberhasilan perusahaan.

(f)    Laporan singkat gambaran manajerial dan pengalaman teknik dari orang-orang penting di perusahaan.

(g)   Laporan keperluaan dana dan cara menggunakannya.

 

(2)   perencanaan usaha secara detail

(a) Latar belakang usaha

·         Laporan singkat sejarah perusahaan

·         Situasi yang ada saat ini.

(b) Gambaran usaha secara detail

·         Keunikan usaha yang dimiliki.

·         Bagaimana keunikan itu menciptakan nilai.

·         Faktor-faktor  utama yang mempengaruhi keberhasilan (seperti harga persaingan, kualitas, keandalan, ketahanan, sifat-sifat teknik dan sebagainya).

(c) Analisis pasar

·         Potensi pembeli terhadap barang (dispesifikasikan)

·         Motifasi mereka membeli.

·         Ukuran pasar (jumlah pelanggan di pasar)

·         Pembelanjaan total tahunan.

·         Sifat-sifat pembeli, apakah barang tahan lama? Apakah produk hanya di beli pada musim tertentu?

·         Target pasar spesifik, apakah kita mengetahui konsumen potensial yang akan kita tuju.

·         Pengaruh pasar eksternal, bagaimana masing-masing kekutan  eksternal, mempengaruhi penjualan, misalnya:

·         Faktor ekonomi, seperti inflasi, resesi, dan tinggi-rendahnya tingkat pengangguran.

·         Faktor sosial, seperti usaha pelanggan, lokasi, tingkat pendapatan, ukuran rumah tangga,dan sifat khusus masyarakat.

(d) Analisis pesaing, memuat gambaran tentang:

·         Pesaing yang ada, jumlah pesaing yang kita kenal dan kepercayaan pelanggan terhadap kita.

·         Perusahaan yang mungkin masuk pasar, siapa, kapan, dan mengapa masuk pasar? Apa dampak dari masuknya pesaing baru terhadap target pasar kita?

·         Kekuatan dan kelemahan pesaing.

(e) Perencanaan strategi usaha.

·         Rencana untuk memasarkan produk, khususnya yang berkenaaan dengan strategi pemasaran, seperti harga, promosi dan periklanan, dan pelayanan pada pelanggan.

·         Bandingkan produk kita dengan produk yang sudah ada di pasar.

(f) Spesifikasi organisasi dan manajemen

·         Bagaimana perusahaan diorganisir baik secara legal (seperti perusahaan umum, kemitraan, atau yang lainnya) maupun secara fungsional.

·         Orana-orang kunci dalam perusahaan, beserta latar belakang, dan sifat-sifat spesifik  lain yang mempengaruhi keberhasilan usaha.

(g) Perencanaan keuangan

·         Jumlah uang yang diperlukan untuk memproduksi barang dan jasa serta untuk operasional usaha.

·         Ciptakan pembelanjaan kas untuk ditunjukan kepada bank atau investor lain yang akan membantu pendanaan perusahaan.

·         Proyeksi biaya operasional  secara realistis untuk membiayai material, tenaga kerja, peralatan pemasaran, dan biaya lainnya.

·         Proyeksi dan aktualisasi neraca dan laporan laba rugi perusahaan.

·         Analisis peluang pokok (break even analysis)

(h)   perencanaan aksi strategis

·         Penjelasan misi kita dalam perusahaan.

·         Penampilan dan tujuan dan sasaran spesifik.

·         Pernyataan strategi produksi dan pemasaran.

·         Bagaimana strategi akan dikonversikan ke dalam perencanaan operasional.

·         Prosedur pengawasan untuk menjaga perusahaan dari serangan.

 

Pengelolaan Keuangan

            Pengelolaan keuangan adalah bagaimana perusahaan mengusahakan sumber dana, menggunakan, dan mengendalikan dana-dana tersebut.   Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam pengelolaan keuangan, yaitu :

1. Aspek sumber dana

            Dilihat dari asalnya, sumber dana dibagi dalam dua golongan, yaitu :

a. Dana yang berasal dari perusahaan

            Dana yang berasal dari perusahaan sendiri disebut juga dengan pembelanjaan internal. Ini merupakan cara yang paling mudah untuk mendapatkan dana untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, mengapa? karena perusahaan tinggal mengambil dana yang memang sudah tersedia dalam perusahaan itu sendiri. Tapi perlu diingat bahwa dana yang dimiliki perusahaan biasanya sangat terbatas sehingga kita perlu memperhatikan biaya kesempatan (opportunity cost), yaitu peluang yang hilang akibat penggunaan lain atau penerimaan yang seharusnya diterima tetapi hilang akibat penggunaan sumber-sumber tersebut dalam operasi perusahaan. Misalnya saja, bunga dana atau sewa gedung milik sendiri yang seharusnya diterima, hilang akibat dana atau gedung tersebut digunakan untuk operasi perusahaan. Bunga atau sewa yang seharusnya diterima oleh pemiliknya tersebut seharusnya dihitung sebagai biaya perusahaan.

            Ada tiga jenis sumber dana internal yang dapat dijadikan sumber keuangan perusahaan, seperti:

1. Penggunaan dana perusahaan.

2. Penggunaan cadangan.

3. Penggunaan laba yang tidak dibagi / ditahan.

 

b. Dana yang berasal dari luar perusahaan

            Dana yang berasal dari luar perusahaan disebut juga dengan pembelanjaan eksternal. Sumber dana ini mencakup :

1. Dana dari pemilik atau penyertaan

            Perlu diperhatikan dengan cermat bahwa harus ada pemisahan yang tegas antara dana milik pribadi dengan dana milik perusahaan.

2. Dana yang berasal dari hutang / pinjaman

            Hutang / pinjaman ini bisa dalam jangka pendek atau jangka panjang atau disebut dengan pembelanjaan asing. Sumber dana ini bisa berupa kredit jangka pendek, seperti kredit rekening koran, kredit penjual / pembeli, dan aksep. Selain itu, terdapat pula kredit jangka panjang, seperti hipotek, obligasi, kredit bank, dan kredit dari negara lain.

3. Dana bantuan program pemerintah pusat dan daerah.

4. Dana dari teman atau keluarga yang ingin menanamkan modalnya.

5. Dana Ventura

            Dana ventura adalah dana dari perusahaan lain yang ingin menginvestasikan dananya pada perusahaan yang relatif kecil yang dinilai memiliki potensial.

Gambar 8.1 Alur Sumber dan Penggunaan Dana

 



                                                                               

2. Aspek rencana dan penggunaan dana

            Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam merancang penggunaan biaya, yaitu:

a. Biaya awal

b. Proyeksi / rancangan keuangan, yang mencakup :

Ø  Neraca harian (balance sheet)

Ø  Laporan laba rugi (income statements)

Ø  Laporan arus kas (cash flow statements)

c. Analisis pulang pokok (break-even analysis)

            Biaya awal (start-up cost) adalah biaya yang diperlukan ketika perusahaan akan berdiri. Biaya ini pada umumnya meliputi :

Ø  Biaya awal yang tidak terduga (unik)

Ø  Biaya administrasi

Ø  Biaya (sewa) bangunan

Ø  Biaya asuransi

Ø  Biaya tambahan atau biaya secara umum

 

3. Aspek pengawasan atau pengendalian keuangan

Gambar 8.2 Estimasi Biaya Awal Bagi Usaha Baru

Kegiatan

Estimasi Biaya

1

Produksi :

Rp…….

 

a.

Pengembangan suatu prototype

Rp…….

 

b.

Desain produk akhir

Rp…….

 

c.

Peralatan untuk pabrikasi

Rp…….

 

d.

Material untuk pabrikasi

Rp…….

 

e.

Biaya tenaga kerja

Rp…….

 

f.

Pembelanjaan eksploitasi (tambahan)

Rp…….

 

g.

Biaya hiduo wirausaha

Rp…….

 

TOTAL………………………………………………………………………………………..

Rp…….

 

 

2

Pemasaran :

 

 

a.

Riset pemasaran

Rp……

 

b.

Promosi dan periklanan

Rp……

 

c.

Peralatan pendukung untuk pemasaran

Rp……

 

d.

Pengeluaran untuk staf penjualan dan jaringan distribusi

Rp……

 

e.

Pengeluaran untuk membantu penjualan

Rp……

 

f.

Pengeluaran untuk instalasi dan penyajian produk

Rp……

 

TOTAL………………………………….…………………………………………………….

Rp……

 

 

3

Operasi Usaha Secara Umum

 

 

TOTAL………………………………………………………………………………………..

Rp…..

 

 

4

Estimasi Pengeluaran

 

 

a.

Pengembangan produk

Rp…..

 

b.

Pemasaran dan distribusi

Rp…..

 

c.

Operasional usaha

Rp…..

JUMLAH KESELURUHAN…………………………………………………………………………..

Rp…..

 

Teknik dan Strategi Pemasaran

            Apabila kita sudah mengerti tentang perencanaan usaha, maka langkah selanjutnya adalah mempelajari dan melatih bagaimana barang dan jasa yang dihasilkan itu didistribusikan atau dipasarkan. Sementara definisi dari pemasaran itu sendiri adalah kegiatan meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen, menghasilkan barang atau jasa, menentukan harga, mempromosikan, serta mendistribusikan barang dan jasa, maka tujuan pemasaran adalah bagaimana agar barang dan jasa yang dihasilkan disukai, dibutuhkan, dan dibeli oleh konsumen (J. Supranto, 1993).

            Untuk itu kita harus mengetahui prinsip dasar dan inti pemasaran terlebih  dahulu, prinsip dasar pemasaran adalah menciptakan nilai bagi pelanggan (customer value), keunggulan bersaing (competitive advantages), dan fokus pemasaran. Sedangkan inti pemasaran adalah menciptakan nilai yang lebih tinggi dibandingkan nilai yang diciptakan oleh pesaing bagi konsumen.

Strategi yang tepat dan sesuai dengan inti pemasaran tersebut adalah memproduksi barang dan jasa apa yang bisa dijual dan bukan menjual barang dan jasa apa yang bisa diproduksi. Dengan memproduksi barang dan jasa yang bisa dijual kita akan memperoleh keuntungan yang berlipat karena kita bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, apabila kita menjual barang dan jasa yang bisa diproduksi, konsumen belum tentu menyukai barang dan jasa yang kita jual tersebut dan ini bisa membuat perusahaan rugi. Untuk itu, langkah awal yang perlu kita lakukan adalah riset pemasaran, yaitu meneliti apa yang sebenarnya konsumen butuhkan dan inginkan. Setelah kita mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen maka kita sebagai seorang wirausaha sesuai dengan inti pemasaran kita harus mampu memproduksi barang dan jasa dengan mutu yang lebih baik, harga yang lebih murah, dan penyerahan yang lebih cepat dari pada pesaing.

 

Perencanaan Pemasaran

            Apabila kita membahas tentang strategi perusahaan kita tidak bisa lepas dari perencanaan, arahan, atau acuan gerak langkah perusahaan untuk mencapai suatu tujuan. Ada beberapa langkah dalam merencanakan pemasaran bagi usaha baru :

Langkah 1 : Menentukan kebutuhan dan keinginan konsumen

            Untuk menentukan kebutuhan dan keinginan seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa langkah pertama adalah dengan melakukan riset pemasaran. Riset pemasaran haruslah terarah agar kita dapat mengetahui dengan benar apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen, selain itu kita juga dapat mengetahui berapa banyak barang dan jasa yang dibutuhkan, kualitas yang bagaimana, siapa yang membutuhkan, dan kapan mereka memerlukannya. Riset pemasaran ini dimaksudkan untuk menentukan segmen pasar dan karakteristik konsumen yang dituju.

 

Langkah 2 : Memilih pasar sasaran khusus

            Langkah selanjutnya adalah memilih pasar sasaran khusus. Ada tiga jenis pasar sasaran khusus, yaitu :

1)      Pasar Individual (individual market).

2)      Pasar Khusus (niche market).

3)      Segmentasi Pasar (market segmentation).

Dari tiga jenis tersebut, bagi perusahaan kecil dan usaha baru lebih tepat bila memilih pasar khusus dan pasar individual.  Sedangkan untuk perusahaan menegah dan besar lebih baik memilih segmen pasar.

 

Langkah 3 : Menentukan strategi pemasaran dalam persaingan

            Penerapan strategi pemasaran sangat tergantung pada keadaan lingkungan persaingan pasar yang ada dari hari ke hari. Keberhasilan dalam segmentasi pasar sangat tergantung pada potensi yang menggambarkan permintaan dari lingkungan persaingan. Ada enam strategi untuk memenuhi permintaan dari lingkungan yang bersaing, yaitu :

1)      Berorientasi pada pelanggan (customer orientation).

2)      Kualitas (quality), ialah mengutamakan Total Quality Management (TQM), yaitu efektif, efisien, dan tepat.

3)      Kenyamanan (convenience)

4)      Inovasi (innovation)

5)      Kecepatan (speed), atau disebut juga Time Compression Management (TCM), yang diwujudkan dalam bentuk :

a)      Kecepatan untuk menempatkan produk baru di pasar.

b)      Memperpendek waktu untuk merespons keinginan dan kebutuhan pelanggan (customer response time)

6 )  Pelayanan dan kepuasan pelanggan.

 

Langkah 4 : Memilih strategi pemasaran

            Strategi pemasaran adalah paduan dari kinerja wirausaha dengan hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya dalam mengembangkan keberhasilan strategi pemasaran. Untuk menarik konsumen, wirausaha dapat merekayasa indikator-indikator yang terdapat dalam bauran pemasaran (marketing mix), yaitu probe, product, price, place, dan promotion.

Bauran Pemasaran

Penelitian dan Pengembangan Pasar (probe)

Langkah pertama dalam kegiatan pemasaran adalah meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen,seperti ; Berapa jumlahnya, bagaimana daya belinya, dimana tempat konsumennya, dan berapa permintaannya, itu semua merupakan informasi penting bagi pemasaran produk baru. Menurut Peggy Lambing dan Charles L. Kuehl (2000;153), keunggulan bersaing perusahaan baru terletak pada perbedaan perusahaan tersebut dengan pesaingnya dalam hal:

1.      Kualitas yang lebih baik

2.      Harga yang lebih murah dan bisa ditawar.

3.      Lokasi yang lebih cocok, lebih dekat, lebih cepat

4.      Seleksi barang dan jasa yang lebih menarik

5.      Pelayanan yang lebih menarik dan lebih memuaskan konsumen

6.      Kecepatan, baik dalam pelayanan maupun dalam penyaluran barang

Menurut Zimmerer (1996: 117), bagi usaha baru sangatlah cocok untuk menerapkan strategi yang didorong oleh pasar (market driven). Strategi ini dibangun berdasarkan enam fondasi:

1.      Orientasi konsumen

2.      Kualitas

3.      Kenyamanan dan kesenangan

4.      Inovasi

5.      Kecepatan

6.      Pelayanan dan kepuasan pelanggan

Orientasi Konsumen

Pada umumnya usaha baru yang berhasil pasti memusatkan perhatian pada pengembangan sikap yang berorientasi pada kepuasan para pemilik kepentingan. Orientasi tersebut kepada kepuasan pelanggan dengan perinsip perinsip pokok sebagai berikut:

1.      Bila ada pelanggan yang merasa kurang puas, penuhilah secepat mungkin kekurangan tersebut

2.      Doronglah pelanggan untuk mengajukan keluhan bila kurang memuaskan.

3.      Mintalah umpan balik dari karyawan tentang upaya perbaikan pelayanan yang harus diberikan kepada pelanggan

4.      Buatlah komitrmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen

5.      Hati-hati dalam memilih dan melatih seseorang  yang akan berhubungan dengan pelanggan

6.      Kembangkan pelayanan bagi karyawan, sehinnga komunikasi betul-betul mengarah pada pelanggan

7.      Berikan insentif kepada karyawan yang betul-betul memberikan pelayanan istimewa kepada pelanggan

Kualitas

Akhir-akhir ini kualitas telah menjadikan tujuan strategi beberapa perusahaan didunia yang  kemudian secara integral dijadikan bagian dari budaya perusahaan. Kualitas tersebut terangkum dalam total quality management (TQM).

Total quality management (TQM) tidak hanya ditujukan untuk mempertahankan kualitas dan pelayanan kepada pelanggan. Kunci utama dalam mengembangkan TQM justru terletak pada perhatian khusus terhadap pelanggan. Artinya, kualitas harus mencerminkan kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Berdasarkan hasil survei di AS, menurut Zimmerer (1996) ada lima komponen kualitas yang secara berurutan perlu diperhatikan, yaitu :

1.      Ketepatan (reliability), yaitu rata-rata kelalaian/pengabaian

2.      Daya tahan (durability), yaitu berapa lama barang dan jasa tersebut dapat dipakai/bertahanan

3.      Mudah digunakan (easy of use), yaitu barang jasa tersebut harus mudah untuk digunakan

4.      Nama merek yang terkenal dan dipercaya (known and trusted brand name)

5.      Harga yang relatif murah (low price)

 

Contohnya yaitu bisa kita lihat pada earphone merek SENNHEISER yang menjajikan kualitas suara yang murni dengan detil yang memuaskan

Sedangkan dibidang jasa pelayanan, konsumen ingin melihat jasa perusahaan yang mencerminkan beberapa karakteristik sebagai berikut:

1.      Berwujud/nyata (tangibels), yaitu terdapatnya fasilitas, peralatan, dan sumber daya manusia untuk memberikan pelayanan jasa.

2.      Ketepatan (realibity), yaitu terdapatnya pemenuhan pelayanan yang sesuai dengan moto atau slogan perusahaan.

3.      Ketanggapan ( responsiveness), yaitu tanggap terhadap keinginan pelanggan

4.      Terjamin dan penuh empati (assurance and empathy), yaitu menimbulkan sikap yang menyenangkan. Dengan kata lain, pelayanan haruslah cepat, tepat, menyenangkan, dan sopan. Artinya terdapat jaminan bahwa pelayanan yang diberikan dapat menimbulkan rasa aman dan senang bagi pelanggan

 

Contohnya yaitu pada PERTAMINA dengan slogan PASTI PAS

Pedoman penting untuk mencapai sasaran kualitas seperti diatas dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagi berikut:

1.      Bangun kualitas kedalam proses

2.      Kembangkan tim kerja dan sebar luaskan sampai departemen

3.      Mantapkan ikatan dengan pemasok secara khusus

4.      Latihlah manajer dan karyawan agar mereka partisispasi dalam program peningkatan kualitas

5.      Berdayakanlah karyawan pada setiap tingkatan organisasi, berikan wewenang dan tanggung jawab dalam membuat keputusan untuk menentukan kualitas

6.      Mantapkan komitmen manajer terhadap kualitas.

7.      Berikan insentif kepada orang yang bekerja berkualitas.

8.      Kembangkan strategi perusahaan dalam pernaikan perusahaan.

 

Kenyamanan

Untuk mengetahui kenyamanan , dilakukan dengan cara meminta informasi kepada pelanggan, misalnya kesenangan apa yang mereka inginkan dan mereka harapkan dari pelayanan disajikan perusahaan? Untuk memberikan pelayanan yang menyenangkan harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1.      Lokasi usaha harus dekat dengan pelanggan.

2.      Berikan kemudahan-kemudahan kepada pelanggan

3.      Tentukan jam kerja yang menyenangkan bagi pelanggan, apakah perusahaan buka 24 jam sehari selama seminggu penuh atau tidak.

4.      Tetapkan apakah barang perlu diantar atau tidak.

5.      Berikan kemudahan kepada pelanggan agar dapat membeli secara kredit.

6.      Latihlah karyawan untuk dapat melakukan transaksi dengan cepat, tepat, dan sopan

 

Contohnya yaitu pada Factory Outlet yang ada di Jl R.E. Martadhinata

Inovasi

Inovasi merupakan kunci keberhasilan bagi perusahaan baru. Perubahan pasar yang sangat cepat dan persaingan yang kompleks menuntut inovasi yang terus-menerus. Inovasi yang terus-menerus merupakan kekuatan bagi wirausaha dalam meraih suksesnya usaha. Beberapa bentuk inovasi yang lazim dan terkenal antara lain bentuk produkbaru, perbedaan teknik/ cara, dan pendekatan baru dalam memperkenalkannya.

Kecepatan

Dengan kecepatan berarti mengurangi biaya, meningkatkan kualitas dan memenuhi permintaan pasar. Secara filosofi, kecepatan disebut time compession management (TCM). Yang memiliki dua aspek yaitu :

1.      Mempercepat produk baru kepasar

2.      memperpendek waktu dalam merespons permintaan pelanggan baik dalam memproses produk maupun dalam mendistribusikan atau menyampaikannya.

Contohnya itu bias kita lihat pada perusahaan Jasa Marga

Agar perusahaan yang mementingkan TQM dapat bersaing , hendaknya dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:

1.      perbarui keseluruhan proses sehingga menjadi lebih cepat

2.      ciptakan fungsi silang dari tim kerja, berikan wewenang untuk memecahkan persoalan. Tim kerja yang dimaksud adalah insinyur, pekerja dipabrik penjual , ahli kualitas dan pelanggan.

3.      Arahkan tujuan secara agresif untuk mengurangi waktu dan memperpendek jadwal. Melalui TQM diharapkan dapat mengurangi siklus waktu, misalnya yang sebenarnya beberapa minggu menjadi beberapa hari atau jam saja, seharusnya sebulan hanya beberapa minggu saja , dan seterusnya

4.      Tanamkan budaya cepat. Pelayanan harus cepat namun efektif dan sopan

5.      Gunakan teknologi yang dapat mempercepat proses.

Pelayanan dan kepuasan  pelanggan

Salah satu cara terbaik untuk mempertahan kan pelanggan dan menarik pelanggan baru adalah dengan menyajikan pelayanan yang lebih baikyang tidak tertandingi oleh pesaing lain. Cara menciptakan pelayanan dan kepuasan pelanggan dapat dilakuakn sebgai berikut:

1.      Dengarkan dan perhatikan pelanggan

2.      Tetapkan pelayanan yang terbaik

3.      Tetapkan ukuran dan kinerja standar

4.      Berrikan perlindungan hak-hak karyawan

5.      Latih karyawan untuk memberikan pelayanan istimewa

6.      Gunakanlah teknologi yang memberikan pelayanan terbaik

7.      Berikan hadiah bagi pelayanan terbaik.

Contohnya yaitu pada merek laptop HP yang mempunyai pelayanan customer terbaik

 

Produk (product)

Masyarakat umumnya mengetahui keberadaan suatu produk baru setelah produk tersebut ada dipasar selama beberapa waktu, dan kemudian mereka menerimanya secara bertahap. Rogers membagi tahapan-tahapan proses adopsi menjadi lima tahap, yaitu:

1.      Kesadaran (awareness), yaitu konsumen mengetahui tentang adanya produk baru, tetapi tidak mempunyai informasi mengenai produk tersebut

2.      Perhatian (interest), yaitu konsumen terdorong untuk mencari informasi mengenai produk baru tersebut.

3.      Penilaian (evaluation), yaitu konsumen mempertimbangkan dan menilai untung ruginya mencoba produk baru tersebut.

4.      Pencobaan (trial), yaitu konsumen mencoba produksi baru secara kecil-kecilan, untuk memperkirakan kegunaannya.

5.      Adopsi, yaitu konsumen memutuskan untuk menggunakan produk baru tersebut secara teratur.

Produk selalu mengalami daur hidup (product life cycle). ProductLife cycle (PLC),yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat suatu produk sejak diperkenalkan kepasar sampai dengan ditarik dari pasar. Terdapat beberapa tahapan dalam produt life cycle, yang terdiri dari :

1.      Tahap pengembangan

Pengembangan produk baru merupakan bagian terpenting dalam pemasaran. Ada beberapa alasan mengapa produk baru gagal :

·         Produk baru tidak berbeda secara memadai dengan produk yang ada di pasar

·         Wirausaha tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang pasar

·         Perusahaan sangat miskin perencanaan dan kurang gencar dalam memperkenalkan produk-produknya

·         Wirausaha gagal untuk menyesuaikan strategi produknya ketika ada perubahan

·         Perusahaan kekurangan dana yang memadai dan kurang komitmen terhadap produk baru

   Menurut zimmerer (1996:125), untuk meminimalkan risiko yang timbul dalam memperkenalkan produk dan jasa baru, pemilik perusahaan kecil hendaknya mempertimbangkan aturan-aturan dalam pengembangan produk sebagai berikut:

·         Simplicity (kesederhanaan). Produk-produk harus mudah digunakan.

·         Integrity (integritas)

·         Human focus (fokuskan pada orangnya). Memperhatikan peranan komplementer akhir untuk mendesain integritas

·         Sinergy (berdaya juang). Desain produk yang baik memerlukan kombinasi antar pengalaman, pengetahuan, kecakapan dari suatu tim professional.

·         Creativity (kreativitas). Keberhasilan produk sangat tergantung pada keahlian kreatif dari orang banyak.

·         Risk (risiko). Desain produk yang baik ditunjukan oleh produk yag terus eksis sampai batas akhir.

            Cara untuk merekayasa produk barang dan jasa agar diminati oleh konsumen, diantaranya:

·         Jenis-jenisnya di perbaharui

·         Kualitasnya dibeda-bedakan dan ditingkatkan

·         Model dan desainnya bermacam-macam dan dibedakan

·         Kemasan, warna, bentuk, ukuran, standar, merek dibuat sedemikian rupa sehingga lebih menarik

 

2.      Tahap pengenalan

            Ciri-ciri umum tahap ini adalah:

·         penjualan yang masih rendah

·         volume pasar berkembang lambat

·         persaingan yang masih relatif kecil

·         tingkat kegagalan relatif tinggi

·         masih banyak dilakukan modifikasi produk dalam pengujian dan pengembangannya
biaya produksi dan

·         pemasaran sangat tinggi serta distribusi yang masih terbatas.

Permintaan dalam tahap ini datang dari core market, yaitu konsumen yang mempunyai dana berlebih dan mencari produk yang benar-benar diinginkannya. Oleh karena harga produk baru biasanya tinggi (karena belum diproduksi secara massal, secaraefisien, dan untuk menutupi biaya riset dan pengembangan serta biaya promosi), maka konsumen seperti inilah yang dituju oleh produsen. Laba masih sangat rendah (bahkan merugi) karena besarnya biaya pemasaran (terutama promosi) dan biaya lainnya, sementara penjualan masih rendah. Pada tahap ini promosi difokuskan pada usaha membangun permintaan awal (primary demand yaitu permintaan pada kelas produk (product class), bukan pada merek produk. Produk baru juga biasanya menimbulkan masalah distribusi, karena seringkali wholesaler dan retailer tidak bersedia menanggung risiko untuk menjual produk baru. Dengan demikian, biaya promosi menjadi sangat tinggi Karena selain ditujukan untuk menginformasikan konsumn terakhir tentang keberadaan produk, juga untuk menarik minat distributor.

 

3.      Tahap petumbuhan penjualan

Bila suatu produk telah melewati tahap perkenalan dengan baik, maka selanjutnya akan memasuki tahap pertumbuhan. Tahap ini sendiri dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu rapid growth dan slow growth.

·         Rapid Growth

Tahap rapid growth ini ditandai dengan melonjaknya tingkat penjualan perusahaan dengan cepat karena produk telah diterima dan diminta oleh pasar. Tidak semua produk baru dapat mencapai tahap ini, bahkan tidak sedikit produk baru yang gagal ditahap awal. Namun jika produk baru itu berhasil, sesuai dengan kebutuhan konsumen, maka keadaan ini akan menarik pesaing untuk memasuki industry tersebut dengan produk tiruan. Oleh karena itu, penyesuaian produk seringkali dilakukan pertama kali ditahap ini Seiring dengan meningkatnya penjualan, laba juga meningkat karena biaya produk menjadi murah akibat efisiensi produksi dan kurva pengalaman (learningcurve). Disamping itu biaya promosi juga dibebankan pada volume yang lebih besar. Sedangkan untuk distribusi, akan semakin banyak outlet yang diperlukan, sehingga penambahan retailer akan menjadi kebutuhan perusahaan. Pada tahap ini outlet akan mudah didapat oleh perusahaan karena banyak retailer yang tertarik dengan keuntungan dari kesuksesan produk baru ini.

·         Slow Growth

Pada tahap ini penjualan masih meningkat, namun dengan pertumbuhan yang semakin menurun. Sebagian besar pasar telah dijangkau, karena produk perusahaan telah digunakan oleh mayoritas konsumen. Situasi ini akan menyebabkan perusahaan mulai memperbarui produknya agar dapat mempertahankan penjualannya. Pada umumnya dilakukan usaha modifikasi produk dengan
menyempurnakan model (style improvement) guna memantapkan posisi produknya dipasar. Laba akan semakin sulit diperoleh perusahaan dan penyalur karena persaingan harga akan cenderung menyebabkan penurunan harga. Pesaing semakin banyak yang keluar dari pasar disebabkan oleh semakin berkurangnya keuntungan/dayatarik industry.

 

4.      Tahap kematangan

Pada tahap kematangan, volume penjualan terus meningkat dan margin laba mencapai puncaknya, tetapi kemudian menurun, karena masuknya pesaing baru kepasar. Masuknya produk pesaing sudah tentu menyebabkan menurunnya hasil penjualan.

Ada dua strategi utama yang dapat diterapkan pada tahap kedewasaan. Yang pertama adalah defensive strategy, yang bertujuan untuk mempertahankan pangsa pasar dari pesaing dan menjaga kelompok produk (productcategory) dari serangan produk substitusi. Bentuk strategi ini adalah berupa modifikasi bauran pemasaran untuk memperoleh tambahan penjualan. Strategi bertahan ini lebih menitikberatkan pada penekanan/pengurangan biaya produksi dan menghilangkan kelemahan produk. Distributor memainkan peranan penting untuk strategi ini, sebab tingkat penjualan yang mereka peroleh dipengaruhi oleh usaha promosi perusahaan untuk mendorong distributor tetap setiap ada perusahaan. Disamping itu, karena promosi berkurang keefektifannya, maka penentuan harga menjadi bentuk lain dari promosi. Walaupun usaha promosi ditujukan untuk mempertahankan kesetiaan produk pada konsumen dan distributor, penekanannya akan lebih cenderung lebih berat pada distributor. Meskipun merupakan alternative strategi yang baik pada tahap kedewasaan, strategi ini mempunyai kelemahan pokok yaitu sangat mudah ditiru pesaing, terutama jika yang dilakukan adalah potongan harga, peningkatan aktivitas pelayanan, dan distribusi massal. Keuntungan yang diperoleh pun tidak banyak, karena setiap tindakan yang dilakukan perusahaan akan mendapat reaksi dari pesaing.

Strategi yang kedua adalah offensive strategy, yang lebih menitikberatkan pada usaha perubahan untuk mencapai tingkat yang lebih baik. Bentuk strategi ini dapat berupa modifikasi pasar, yaitu dengan menggaet kelompok bukan pemakai (nonuser), mengintensifkan penawaran produk kepada nonuser, dan merebut konsumen pesaing. Bentuk lain dari strategi ofensif adalah modifikasi produk, yaitu mengubah karakteristik produk sedemikian rupa sehingga semakin menarik konsumen saat ini untuk membeli, dengan cara menawarkan manfaat baru dari suatu produk kepada konsumen sekarang untuk mendorong pembelian yang lebih banyak dan pemakaian yang lebih sering (usaha seperti ini sering disebut dengan product relaunching).

5.      Tahap kejenuhan

Pada tahap ini penjualan mencapai puncaknya dan konsumen mulai jenuh terhadap produk tersebut. Oleh sebab itu, pada tahap inilah inovasi produk harus dimulai.

6.      Tahap penurunan

 Penurunan penjualan ini disebabkan oleh factor-faktor seperti perubahan selera pasar, produk substitusi diterima konsumen (baik dan dalam negeri maupun dan luar negeri), dan perubahan teknologi.

Tahap ini merupakan lingkaran akhir daur hidup produk. Hasil penjualan produk secara langsung terus-menerus menurun, produk-produk lama mulai diobraldan cuci gudang, otomatis margin laba juga turun secara drastis.

Apabila produk mencapai tahapan penurunan, tidak berarti produk tersebut gagal, karena setiap produk yang telah popular akan selalu di perbaiki kembali.

 

Beberapa teknik atau cara untuk memperpanjang daur hidup produk :

1. Meningkatkan Konsumsi dengan cara membujuk konsumen untuk meningkatkan penggunaan produknya dengan berbagai manfaat yang ditawarkan. Contoh : untuk hasil maksimal gunakan pasta gigi sepanjang bulu sikat, apa pun makannya minumnya teh botol sosro, memakai sampo setiap hari membuat rambut sehat, dsb.

2. Mencari fungsi lain produk dari biasanya. Contoh seperti teh tidak hanya untuk ngeteh saja tapi dapat dibuat kreasi menjadi minuman yang lebih kompleks.

3. Memodifikasi produk agar tampil baru dan segar baik dari segi isi, kemasan, takaran, ukuran, manfaat, dan lain sebagainya. Contoh misal seperti produk unilever yang biasanya terus menerus mengganti isi pepsodent beserta kemasannya agar selalu tampil baru dan segar.

4.Mencari target konsumen baru. Jika pasar yang sudah ada sudah tidak dapat diandalkan untuk meningkatkan penjualan maka dapat ditempuh jalan dengan cara membidik segmen pasar baru untuk dibujuk untuk menjadi pelanggan. Contoh : rokok sampoerna hijau yang tadinya membidik golongan menengah ke bawah kini mulai membidik golongan menengah ke atas untuk memperluas segmen pasar.

 

Tempat (place)

Untuk mencapai sasaran tempat yang baik dapat dilakukan dengan jalan:

·     Memperbanyak saluran distribusi, misalkan langsung ke konsumen atau tidak langsung yaitu melalui para agen

·  Memperluas segmentasi atau cakupannya, missal segmen local, regional, nasional, dan internasional.

·         Menata penampilan tempat usaha, missal tata etalase dan posisi duduk

·         Menggunakan cara penyampaian barang seefisien mungkin

·         Mengubah-ubah persediaan dari gudang yang satu ke gudang yang lain.

Ada dua saluran distribusi yang masing-masing sangat berbeda, yaitu saluran distribusi untuk barang industri dan saluram distribusi barang untuk konsumsi.

Saluran distribusi untuk barang konsumsi, memiliki empat saluran distribusi yaitu :

a.       Produsen → konsumen

Contohnya: bengkel , rumah makan, pangkas rambut, panti pijat, dll.

b.      Produsen → retailer → konsumen

Contohnya: Koran, es krim, dll

c.       Produsen → wholesaler → retailer →konsumen

Contohnya: mie instan, sayur mayur, beras, minuman kaleng, dll

d.      Produsen →wholesaler → agen → retailer → konsumen

Contohnya : barang impor

  

 

   Untuk barang-barang industri ada dua saluran, yaitu:

·         Produsen → industri

Contohnya: pabrik mie telor menjual mie nya ke pedagang mie ayam gerobak keliling

·         Produsen → wholesaler → industri

Contohnya: suatu distributor membeli mesin berta dari luar negri untuk di jul ke pabrik-pabrik dalam negeri.

 

Harga (price)

   Faktor-faktor yang harus di pertimbangkan dalam menetapkan harga:

·         Biaya barang dan jasa

·         Permintaan dan penawaran barang dan jasa

·         Antisipasi volume penjualan produk dan jasa

·         Harga pesaing

·         Kondisi ekonomi

·         Lokasi usaha

·         Fluktuasi musiman

·         Factor psikologis pelanggan

·         Bunga kredit dan bentuk kredit

·         Sensitivitas harga pelanggan

 

Teknik penentuan harga untuk produk baru

   Menetapkan harga bagi produk baru, wirausaha hendaknya mencoba memuaskan tiga tujuan, yaitu;

1.    Menghasilakan produk yang dapat diterima oleh konsumen potensial, tidak peduli berapa banyaknya

2.    Memelihara pangsa pasar yang akibat tumbuhnya persaingan

3.    Memperoleh laba

Teknik penentuan harga: untuk barang konsumsi

1.    Strategi penentrasi harga (price penetration), yaitu menetapkan harga di bawah harga normal. Ini dilakukan bila usaha baru memperkenalkan produk barunya ke pasar dimana terdapat penjual produk yang sama dan persaingan yang tinggi.

2.    Strategi harga skimming (skimming price), yaitu menetapkan harga diatas harga normal. Strategi ini digunakan bila memperkenalkna produk baru ke pasar diamana terdapat sedikit atau bahkan tidak ada pesaing sama sekali.

3.    Strategi sliding down the demand curve, yaitu perusahaan memperkenalkan produknya dengan harga yang tinggi kemudian dengan kemajuan teknologi yang dimilikinya mampu menurunkan biaya dengan cepat sehingga menurunkan harga produk lebih cepat daripada harga pesaing.

4.    Strategi follow the leader pricing, yaitu strategi yang biasanya dilakukan oleh pedgang kecil dengam mengamati berbagai kebijakan harga peasing dan harga individual dengan meninjau periklanannya.

   Teknik penentuan harga: untuk barang industri

1.    Strategi cost plus pricing

Digunakan hanya untuk barang-barang industri, yaitu dengan menambahkan margin laba yang dikehendaki terhadap biaya-biaya langsung.

2.    Pembiayaan langsung dan formulasi harga

Pembiayaan langsung adalah pembiayaan langsung yang tidk berhubungan dengan volume produksi misalnya biaya yang ditujukkan untuk bahan baku, ongkos tenaga kerja, overhead pabrik.

3.    Penentuan harga jual model pulang pokok (break even)

Model ini dilakukan dengan menghitung besar persentase tertentu dari total penjualan yang digunakan untuk biaya variable.

   Teknik penentuan harga: untuk jasa

   Dengan teknik ini, perusahaan jasa bisa memperoleh manfaat yang efektif. Perusahaan jasa harus menentukan harga berdasarkan material yang digunakan untuk menyediakan jasa, tenaga kerja, dan untuk memperoleh laba. Banyak perusahaan jasa yang menghitung harga pelayanan hanya didasarkan pada jam kerja atau jam kerja actual yang dihunakan untuk membentuk jasa.

Promosi

Agar barang dan jasa yang kita produksi dikenal, diketahui, dibutuhkan dan diminta konsumen, maka wirausaha harus melakukan usaha-usaha sebagai berikut :

 

1.      Menginformasikan barang dan jasa yang dihasilkan pada konsumen

2.      Membujuk konsumen agar mau membeli barang atau jasa yang dihasilkan

3.      Mempengaruhi konsumen agar tertarik terhadap barang atau jasa yang kita hasilkan

                                             

Kegiatan-kegiatan diatas diatas dapat dilakukan dengan periklanan dan promosi. Oleh karena itu, promosi merupakan cara mengkomunikasikan barang dan jasa yang akan ditawarkan agar konsumen dapat mengenal dan kemudian membelinya. Sesuai dengan fungsi promosi yaitu menginformasikan , membujuk, mengingatkan dan mempengaruhi, maka melalui promosi barang dan jasa yang dihasilkan akan mudah dikenal oleh konsumen . ada beberapa jenis promosi:

1.      Iklan, misalnya melaui media cetak atau elektronik

2.      Promosi penjualan, misalnya melalui pameran dagang, kuis berhadiah, hiburan dan lainya.

3.      Wiraniaga, mempromosikan langsung barang itu kekonsumen sasaran dengan membawa produk contoh

4.      Pemasaran langsung, langsung menghubungi konsumen

5.      Humas, yaitu mempublikasikan barang kita melalui billboard, pamphlet, dan lain sebagainya

 

Semua strategi di atas tergantung pada elastisitas permintaan, biaya barang dan harga yang dimiliki pesaing. Setelah barang dan jasa yang diproduksi dikenal dan diutuhkan konsumen , maka tugas wirausaha adalah:

1.      Mempertahankan pangsa pasar dan volume penjualan

2.      Mengembangkan pangsa pasar dan volume penjualan

Untuk mempertahankan dan mengembangkan pangsa pasar, wirausaha harus perlu melakukan langkah-langkah berikut:

1.      Menghargai dan memperhatikan keinginan dan kebutuhan konsumen

2.      Menganalisis kelebihan dan kekurangan pemasaran yang kita miliki maupun kelebihan dan kelemahan pesaing

3.      Mencari strategi lain untuk menyerang market leader

 

Kiat Pemasaran usaha baru

 

Ketika kita belum mengetahui barang dan jasa yang akan kita jual, kiata terlebih dahulu harus melakukan survey untuk mendapatkan informasi :

 

Peluang Pasar

 

Peluang pasar dapat dilihat dengan car mengamati konsumen . fokusnya yaitu:

1.      Barang dan jasa apa yang dibutuhkan konsumen ?

2.      Berapa banyak yang mereka butuhkan ?

3.      Kualitas mana yang paling tepat ?

4.      Berapa banyaknya ?

Untuk mengetahui ada atau tidak adanya peluang usaha yang dituju, ada beberapa langkah yang harus dilakukan:

1.      Amati kebutuhan apa yang paling banyak diperlukan oleh masyarakat sekitarnya

2.      Kapan saja mereka membutuhkan barang

3.      Lihat karakteristik konsumen

4.      Bagaimana daya beli

5.      Lihat ada pesaing atau tidak

 

Tempat yang Tepat

 

            Carailah tempat memasarkan barng yang cocok. Misalnya, ditempat yang ramai dan dikunjungi dilewati orang seperti tempat dipariwisata.

 

Banyaknya Barang yang Dibutuhkan

 

Berapa banyak barang atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen rata-rata per hari

 

Target yang Hendak Dicapai

 

Untuk mengejar keuntungan , untuk keuntungan, untuk meraih pelanggan rutin, untuk meraih pelanggan temporer, atau hanya sekedar laku terjual dalam rangka meraihkonsumen baru

 

Fungsi-fungsi Pemasaran Usaha Baru

Ada beberapa kegiatan dalam lingkup pemasaran, yakni:

1.      Pembelian, yaitu memberi barang yang akan kita jual kembali.

2.      Penyimpanan atau penggudangan agar barang-barang tersebut terjaga, tidak berubah bentuk, sifat, warna, ukuran, dan standar kualitasnya

3.      Sortir dan pengemasan

4.      Penjualan

                                       

Teknik Pengembangan Usaha

 

Peningkatan Skala Ekonomis

Cara ini dapat dilakukan dengan menambah skala produksi, tenaga kerja, teknologi, sistem distribusi, dan tempat usaha. Semua itu dilakukan bila peningkatan output akan menurunkan biaya jangka panjang, yang berarti mencapai skala ekonomis. Sebaliknya, bila peningkatan output menaikan biaya jangka panjang, maka tidak baik untuk dilakukan. Dengan kata lain,bila produk dan jasa dihasilkan sudah mencapai titik efisien, maka memperluas skala ekonomitidak bias dilakukan, sebab akan mendorong kenaikan biaya.

 

 

 

 

 

Perluasan Cakupan Usaha

 

Cara ini bias dilakukan dengan cara menambah usaha baru, produk, dan jasa baru yang berbedadari yang sekarang diproduksi, serta dengan teknologi yang berbeda. Misalkan, usaha angkutan kota dperluas dengan usaha bus pariwisata, usha jasa pendidikan diperluas dengan usaha pelatihan, dll.

 

Manajemen  dan Strategi Kewirusahaan

 

Manajemen Kewirausahaan

Para wirausaha menggunakan proses inovasi sebagai lat pemberdayaan sumber-sumber untuk menciptakan suatu nilai barang dan jasa.

Manajemen kewirausahaan menyangkut semua kekuatan perusahaan yang menjamin bahwa usahanya betul-betul eksis. Ada empat komptentensi yang harus dimiliki seorang wirausaha, yaitu:

  1. Fokus pada dasar, bukan pada teknologi
  2. Buat ramalan pendanaan untuk mnehindari tidak terbiayainya perusahaan.
  3. Bangun tim manajemen, bukan menonjolkan perorangan.
  4. Beri peran tertentu, khusus bagi wirausaha penemu.

 

Dalam melakukan strategi usahanya, wirausaha biasanya menggunakan salah satu strategi dari empat strategi, sebagai berikut:

  1. Berada pertama di pasar dengan produk dan jasa baru.
  2. Posisikan produk dan jasa baru tersebut pada relung pasar yang tidak terlayani.
  3. Fokuskan barang dan jasa pada relung yang kecil tetapi bisa bertahan.
  4. Mengubah karakteristik produk, pasar, atau industri.

 

Strategi pertama, sering dipilih oleh wirausaha, meskipun paling beresiko. Setelah strategi pertama sukses, maka selanjutnya memperthankan posisi kepemimpinan pasar.

Strategi kedua, menyangkut pengembangan keterampilan untuk menanggapi peluang yang diciptakan oleh perusahaan yang berada di pasar pertama. Yang sering terjadi adalah banyak peniru memodifikasi barang dan jasa untuk menciptakan nilai yang lebih tinggi bagi pembeli. Bila demikian, wirausaha perlu memindahkan daya saingnya ke segmen pasar lain dengan mendominasi segmen pasar kecil yang dipandang perusahaan besar tidak memiliki peluang.

Strategi ketiga, yaitu perubahan karakteristik produk, pasar, atau industri yang berbasis inovasi. Strategi ini menciptakan inovasi dengan beberapa cara berikut:

  1. Menciptakan manfaat
  2. Menungkatkan nilai inovasi
  3. Beradaptasi dengan lingkungan social ekonomi pelanggan
  4. Menyajikan apa yang dianggap bernilai oleh pelanggan.

 

Strategi Kewirausahaan

Ada beberapa keputusan strategis yang diperlukan dalam kondisi pertumbuhan, yaitu:

  1. Perubahan produk barang dan jasa.
  2. Strategi yang menyangkut penetrasi pasar, ekspansi pasar, diversivikasi produk dan jasa, integrasi regional, atau ekspansi usaha.
  3. Kemampuan untuk memperoleh modal investasi dalam rangka penelitian dan pengembangan, proses produksi dan penggantian peralatan, dan dalam rangka penambahan sumber daya manusia.
  4. Analisis sumber daya manusia, sehingga memiliki keterampilan yang unik untuk mengimplementasikan strategi.
  5. Analisis pesaing baik yang ada maupun potensial untuk memantapkan strategi pesaing. Keputusannya harus berdasarkan perilaku, sumber daya, dan komitmen yang dimiliki pesaing di masa lalu.
  6. Kemampuan untuk menopang keunggulan strategi perusahaan dan untuk memodifikasi strategi dalam menghadapi perubahan permintaan pelanggan dan perilaku strategi persaingan baru
  7. Penentuan harga barang atau jasa untuk jangka pendek dan jangka panjang.
  8. Interaksi perusahaan dengan masyarakat luas.
  9. Pengaruh pertumbuhan perusahaan yang cepat terdapat aliran kas.

 

Strategi bagi Pemimpin Pasar

 

Apabila perusahaan telah memiliki peluang pasar yang besar seperti masa pertumbuhan, strareginya adalah:

  1. Bersikap menyerang dan agresif untuk memperthajkan pangsa pasar.
  2. Bersikap bertahan dan tidak terlalu agresif.
  3. Tidak boleh ada tanggapan bahwa perusahaan yang berhasil tidak memiliki tantangan.

 

Strategi bagi Bukan Pemimpin Pasar

 

            Perusahaan yang memasuki tahap pertumbuhan yang memiliki posisi kuat (bukan pemimpin pasar) di pasar, memiliki strategi tertentu. Akan tetapi strategi ini bukan untuk bersaing dengan pemimpin pasar. Strategi ini dilakukan dengan cara:

  1. Secara agresif menggunakan kompetensi terbaiknya untuk meraih peluang pasar sehingga tidak tertandingi pesaing.
  2. Mengembangkan strategi sebagai pengikut. Dalam kondisi ekonomi yang baik, perusahaan yang mengikuti strategi ini akan berhasil.

 

 

 

Strategi yang Lain

Banyak strategi yang dilakukan wirausaha pada tahap pertumbuhan, diantaranya:

Pertahanan bersaing. Agar tetap bersaing, maka pengembangan produk dan perluasan pelayanan harus selalu dinamis dan memosisikan perusahaan dalam keadaan kritis.

  1. Mencoba untuk menjadi andalan utama yang baru dan tidak berkosentrasi pada perbaikan keberhasilan produk yang sudah ada.
  2. Mengambil langkah positif dan proaktif untuk menguasai manajer kunci dan ahli teknik professional yang selalu diikutertakan dalam pembentukan keberhasilan perusahaan.

 

Memelihara Semangat Wirausaha

 

Untuk mendorong perilaku kreatif agar wirausaha memperoleh keuntungan di pasar dapat dilakukan dengan cara:

  1. Mendidik wirausaha tentang pelayanan perusahaan khususnya tentang alas an mereka membeli produk dan jasa, tentang masalah yang dihadapi pelanggan, dan tentang apa kebutuhan serta keinginan yang spesifik dari pelanggan.
  2. Mendidik wirausaha tentang nilai-nilai perbaikan produk dan pemasarannya, tentang proses distribusi dan perbaikan teknik produksinya untuk dapat bersaing.

Menciptakan iklim kerja yang positif yang mendorong terciptanya ide-ide baru. Dengan iklim yang kondusif, para entrepreneur akan lebih kreatif dalam mentranformasikan ide-idenya

Komentar